Penulis Utama : Fery Ardian Rachmansyah
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C.0905011
Tahun : 2009
Judul : Perbedaan hasil tenunan atbm plain dan dobby dengan menggunakan pakan benang akrilik untuk bahan upholstery
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-FSSR Jur. Seni Kriya Tekstil-C.0905011-2009
Subyek : TENUN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK 2009. Permasalahan yang dibahas dalam tulisan ini, yaitu (1) Bagaimana perbandingan kekuatan antara hasil tenunan plain dan dobby ATBM serta jacquard ATM sebagai bahan upholstery. (2) Bagaimana estetika yang muncul dari hasil tenunan plain, dobby, dan jacquard sebagai bahan upholstery. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mengetahui perbandingan kekuatan antara hasil tenunan plain dan dobby ATBM serta jacquard ATM sebagai bahan upholstery. (2) Mengetahui estetika yang muncul dari hasil tenunan plain, dobby, dan jacquard sebagai bahan upholstery. Metode Perancangan yang digunakan meliputi analisis permasalahan, pemecahan masalah, dan observasi lapangan.Dari analisis permasalahan dapat diketahui bahwa benang akrilik termasuk benang dengan ukuran deniernya besar, memiliki perwujudan menyerupai wol, dan merupakan bahan thermo plastic yang mempunyai sifat listrik statik. Berdasarkan hasil eksperimen dapat disimpulkan bahwa struktur tenunan plain ATBM lebih memiliki kekuatan dibandingkan kedua jenis tenunan lain, karena memiliki struktur rata dan padat. Hasil tenunan dobby ATBM merupakan tenunan yang terlemah dibandingkan tenunan plain ATBM maupun jacquard ATM. Karena, struktur tenunan yang berloncat dan tenaga manual yang inkonsisten mengakibatkan density dari tenunan menjadi kurang rapat. Terlebih ukuran benang akrilik yang cukup besar (350 denier), sehingga kedepan hal ini menjadi perhatian perancang untuk melakukan uji coba dengan benang yang lebih kecil. Tenunan jacquard ATM yang dihasilkan memiliki karakteristik yang kuat dan memiliki density yang tinggi. Hal ini dikarenakan faktor pembuatan tenunan secara masinal, yang mempengaruhi kerapatan dan kekuatan kain yang baik. Dari segi estetika, tenunan plain adalah tenunan paling sederhana dan kurang menarik secara struktur. Hal ini dikarenakan desain tenunan plain hanya sebatas permainan warna antara benang pakan dan benang lusi. Untuk tenunan dobby estetika yang muncul adalah dari motif geometris yang timbul pada struktur kain serta permainan warna pada benang, akan tetapi motif tenunan terbatas pada bentuk – bentuk geometris, sehingga keindahan yang timbul bersifat relatif. Dalam hal ini, dibanding dengan tenunan plain, dobby mempunyai perwujudan yang lebih menarik. Tenunan jacquard merupakan tenunan yang paling menarik dibandingkan tenunan plain dan dobby, serta mampu memenuhi kebebasan desain, sehingga dari segi estetis lebih dapat diolah menjadi bentuk – bentuk kreatif yang lebih beragam.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Fery Ardian Rachmansyah.pdf
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dra. Theresia Widiastuti, M.Sn
Catatan Umum : 2486/2009
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa