Di Indonesia, layanan aduan berbasis internet telah tersedia pada tahun 2013.Tetapi, pada pelaksanaannya masih belum terselenggara dengan maksimal. DiSurakarta, sarana pengaduan berbasis internet bernama Unit Layanan AduanSurakarta (ULAS). Selama penyelenggaraannya, kualitas dari ULAS masihmenjadi pertanyaan, hal ini dikarenakan belum terintegrasinya pengelolaan aduan,lamanya respon aduan, dan belum disalurkan lebih dari satu OPD. Dengan ini,maka perlu untuk melihat kualitas e-government pada penyelenggaraan pelayananaduan ULAS. Untuk itu, penelitian ini berjudul “Kualitas Pelayanan Unit LayananAduan Surakarta (ULAS) dalam E-Govqual dan Metode Importance PerformanceAnalysis”. Penelitian ini bertujuan untuk melihat bagaimana kualitas ULAS. Jenispenilitian ini yakni kuantitatif dengan menggunakan dimensi e-govqual danmetode Importance Performance Analysis (IPA). Adapun lokasi pada penelitianini dilakukan di Unit Layanan Aduan Surakarta (ULAS) dengan menggunakanteknik non probability sampling jenis purposive sampling dengan pengumpulandata menggunakan kuesioner. Data diperoleh melalui penyebaran kuesionerterhadap sampel yang telah ditentukan, yakni pengguna ULAS. Hasil daripenelitian menunjukan bahwasannya ULAS memiliki kualitas yang belummemuaskan masyarakat, hal ini terlihat dari hasil IPA pada diagram kartesius.Kuadran A, kuadran dengan harapan yang tinggi tetapi memiliki kinerja yangrendah menjadi kuadran dengan atribut terbanyak, sebanyak tujuh atribut.Kuadran B, kuadran dengan kinerja dan harapan yang sama-sama tinggi menjadikuadran dengan atribut tersedikit, sebanyak empat atribut. Kuadran C, kuadrandengan kinerja dan harapan yang sama-sama rendah memiliki lima atribut.Kuadran D, kuadran dengan harapan yang rendah tetapi nilai kinerja tinggimemiliki lima atribut. Hal ini juga sejalan dengan tingkat kesesuain dari keempatdimensi yang hanya sebesar 84,40%.