Penulis Utama : Arlendenovega Satria Negara
NIM / NIP : T751902001
×

Lapisan armor mempunyai peran penting dalam melindungi kondisi dasar sungai. Pekerjaan pemeliharaan sungai untuk mengantisipasi erosi dan sedimentasi dapat lebih efisien dan efektif dengan menggunakan material alam. Pelaksanaan penelitian ini meliputi pengukuran lapangan, uji laboratorium, dan simulasi numerik. Lapisan dasar sungai merupakan material bergerak yang secara hipotesis dapat melindungi material lain di bawah lapisan permukaan. Penelitian ini menyelidiki pengaruh ukuran butiran dan tegangan geser terhadap ketebalan mobile armor dengan material non-kohesif. Simulasi numerik dilakukan pada kondisi aliran quasi-unsteady. Masukan simulasi adalah profil gradasi ukuran butir yang diperoleh dari sampel material di sungai, topografi sungai, dan debit banjir dengan periode ulang 2, 5, 10, 25, 50, dan 100 tahun. Hasil penelitian ini menunjukkan konsistensi perilaku dasar sungai pada berbagai kondisi debit banjir. Variabel yang mempengaruhi ketebalan mobile armor adalah koefisien gradasi, dan tegangan geser tanpa dimensi. Formula ketebalan mobile armor yang diperoleh dalam penelitian ini memberikan kontribusi untuk merancang atau menghitung perlindungan dasar sungai yang lebih efisien daripada struktur perkuatan rigid dan perlindungan dasar sungai static armor. Secara keseluruhan, hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan geser dan proporsi material pasir terhadap butiran kasar mempengaruhi proses armoring dan perubahan dasar sungai. Kesimpulan dan kebaruan dalam penelitian ini berupa formula ketebalan lapisan mobile armor yang melindungi dasar saluran yaitu berdasarkan metode Meyer–Peter Muller (MPM) dan metode Wilcock–Crowe (WC). Korelasi antara kecepatan aliran terhadap tegangan geser dapat dinyatakan dengan persamaan tertentu. Perubahan lapisan dasar sungai dan pembentukan lapisan mobile armor dipengaruhi oleh tegangan geser. Hasil simulasi menunjukkan bahwa tegangan geser batas menentukan terjadinya erosi adalah 21 N/m2. Pada saat tegangan geser > 21 N/m2 terjadi erosi yang mengakibatkan degradasi dasar sungai sedangkan pada tegangan geser < 21>