Penulis Utama : Fitria Windy Y
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Keterkaitan antara karakteristik kepribadian dengan kecenderungan terjadinya burnout pada tenaga perawat BP RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Ekonomi UNS - 2005
Kolasi :
Sumber : UNS-Fak. Ekonomi NIM.F0201057-2005
Subyek : MANAJEMEN PERSONALIA
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Penelitian ini menguji pengaruh karakteristik kepribadian yang terdiri dari extraversion, agreeableness dan neuroticism terhadap ketiga komponen burnout yaitu emotional exhaustion, depersonalization dan diminished personal accomplishment. Sehubungan dengan masalah tersebut diajukan hipotesis sebagai berikut : (1) Terdapat pengaruh negatif antara extraversion terhadap emotional exhaustion, (2) Terdapat pengaruh negatif antara extraversion terhadap depersonalization, (3) Terdapat pengaruh negatif antara extraversion terhadap diminished personal accomplishment, (4) Terdapat pengaruh negatif antara agreeableness terhadap emotional exhaustion, (5) Terdapat pengaruh negatif antara agreeableness terhadap depersonalization, (6) Terdapat pengaruh negatif antara agreeableness terhadap diminished personal accomplishment, (7) Terdapat pengaruh positif antara neuroticism terhadap emotional exhaustion, (8) Terdapat pengaruh positif antara neuriticism terhadap depersonalization, (9) Terdapat pengaruh positif antara neuroticism terhadap diminished personal accomplishment, (10) Terdapat pengaruh yang signifikan antara extraversion, agreeableness, dan neuroticism secara bersama-sama terhadap emotional exhaustion, (11) Terdapat pengaruh yang signifikan antara extraversion, agreeableness, dan neuroticism secara bersama-sama terhadap depersonalization, (12) Terdapat pengaruh yang signifikan antara extraversion, agreeableness, dan neuroticism secara bersama-sama terhadap diminished personal accomplishment.

Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh perawat RSUD Kraton Kabupaten Pekalongan dengan kriteria merupakan karyawan tetap dan minimal kerja 1 tahun. Sampel yang diambil adalah seluruh anggota populasi yaitu sebanyak 72 orang. Teknik analisis data yang digunakan adalah Multiple Regression Analysis dengan bantuan komputer program SPSS 11.00.

Hasil analisis menunjukkan bahwa (1) Tidak terdapat pengaruh negatif antara extraversion terhadap emotional exhaustion. Terlihat dari hasil pengujian dengan uji t menghasilkan r value yang tidak signifikan pada 5% yaitu dengan tingkat signifikansi 0.072, t hitung sebesar – 1,830, (2) Tidak terdapat pengaruh negatif antara extraversion terhadap depersonalization. Terlihat dari hasil pengujian dengan uji t menghasilkan r value yang tidak signifikan pada 5% yaitu dengan tingkat signifikansi 0.611, t hitung sebesar – 0.511,(3) Terdapat pengaruh negatif antara extraversion terhadap diminished personal accomplishment. Terlihat dari hasil pengujian dengan uji t yang menghasilkan r value < 0.05 yaitu dengan tingkat signifikansi 0.040, t hitung sebesar -2.094, (4) Tidak terdapat pengaruh negatif antara agreeableness terhadap emotional exhaustion. Terlihat dari hasil pengujian dengan uji t menghasilkan r value yang tidak signifikan pada 5% yaitu dengan tingkat signifikansi 0.078, t hitung sebesar –1,792,(5) Terdapat pengaruh negatif antara agreeableness terhadap depersonalization. Terlihat dari hasil pengujian dengan uji t yang menghasilkan r value < 0.05 yaitu dengan tingkat signifikansi 0.014, t hitung sebesar – 2.528, (6) Terdapat pengaruh negatif antara agreeableness terhadap diminished personal accomplishment. Terlihat dari hasil pengujian dengan uji t yang menghasilkan r value < 0.05 yaitu dengan tingkat signifikansi 0.046, t hitung sebesar -2.032, (7) Terdapat pengaruh negatif antara neuroticism terhadap emotional exhaustion. Terlihat dari hasil pengujian dengan uji t yang menghasilkan r value < 0.05 yaitu dengan tingkat signifikansi 0.002, t hitung sebesar 3.286, (8) Terdapat pengaruh negatif antara neuroticism terhadap depersonalization. Terlihat dari hasil pengujian dengan uji t yang menghasilkan r value < 0.05 yaitu dengan tingkat signifikansi 0.047, t hitung sebesar 2.027, (9) Terdapat pengaruh negatif antara neuroticism terhadap diminished personal accomplishment. Terlihat dari hasil pengujian dengan uji t yang menghasilkan r value < 0.05 yaitu dengan tingkat signifikansi 0.006, t hitung sebesar 2.844, (10) Terdapat pengaruh yang signifikan antara extraversion, agreeableness, dan neuroticism secara bersama-sama terhadap emotional exhaustion. Terlihat dari hasil pengujian yang menghasilkan nilai F hitung sebesar 8,252 dan signifikan pada 0,000, (11) terdapat pengaruh yang signifikan antara extraversion, agreeableness, dan neuroticism secara bersama-sama terhadap depersonalization. Terlihat dari hasil pengujian yang menghasilkan nilai F hitung sebesar 5,596 dan signifikan pada 0,002 , (12) terdapat pengaruh yang signifikan antara extraversion, agreeableness, dan neuroticism secara bersama-sama terhadap diminished personal accomplishment. Terlihat dari hasil pengujian yang menghasilkan nilai F hitung sebesar 7,999 dan signifikan pada 0,000.

Dari bukti-bukti diatas dapat disimpulkan bahwa karakteristik kepribadian berpengaruh terhadap burnout. Namun dalam penelitian ini menunjukkan bahwa masih banyak faktor lain yang mempengaruhi burnout, hal ini ditunjukkan oleh angka koefisien determinasi (R2) sebesar 27,3% untuk emotional exhaustion, 20,3% untuk depersonalization dan 26,7% untuk diminished personal accomplishment. Berdasarkan temuan-temuan tersebut maka diajukan saran-saran untuk pihak rumah sakit agar memberikan fokus perhatian kepada perawat (PNS) yang menjadi responden dalam penelitian ini dengan prioritas sebagai berikut : (1) pada perawat yang memiliki karakteristik neuroticism tinggi, karena berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa neuroticism mempunyai pengaruh yang positif dan signifikan terhadap ketiga dimensi burnout, (2) pada perawat yang memiliki karakteristik agreeableness rendah, karena berdasarkan hasil penelitian, dapat diketahui bahwa agreeableness mempunyai pengaruh negatif dan signifikan terhadap dua dimensi burnout, (3) pada perawat yang memiliki karakteristik extraversion rendah, karena berdasarkan hasil penelitian extraversion mempunyai pengaruh negatif dan signifikan hanya pada satu dimensi burnout saja.

File Dokumen : Tidak ada file dalam dokumen ini.
File Jurnal : -
Status : Non Public
Pembimbing : 1. Dra. Salamah Wahyuni, SU
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis