Penulis Utama : Yulianto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F3206094
Tahun : 2009
Judul : Efisiensi biaya saluran distribusi BBM pada PT. Pertamina (persero) depot Boyolali
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Ekonomi - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-F.Ekonomi Prog. D III Manajemen Pemasaran-F.3206094-2009
Subyek : PERTAMINA
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Perkembangan perekonomian saat ini mendorong perusahaan untuk melakukan serangkaian usaha dibidang pemasaran. Terutama penentuan saluran distribusi. Pada saat ini PT. PERTAMINA (Persero) Depot Boyolali menggunakan 2 macam saluran distribusi, yaitu saluran distribusi langsung dan saluran distribusi tidak langsung. Berdasarkan uraian tersebut, permasalahan dari penelitian ini adalah: Saluran distribusi manakah yang lebih efisien antara saluran distribusi langsung dan saluran distribusi tidak langsung. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat efisiensi antara saluran distribusi langsung dan saluran distribusi tidak langsung terhadap volume penjualan BBM pada PT. PERTAMINA (Persero) Depot Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode diskriptif yaitu menggambarkan dan menceritakan efisiensi biaya distribusi pada PT. PERTAMINA (Persero) Depot Boyolali. Untuk mengetahui saluran distribusi manakah yang lebih efisien antara saluran distribusi langsung dan saluran distribusi tidak langsung, digunakan analisa perbandingan biaya distribusi terhadap volume penjualan pada masing-masing saluran distribusi yang digunakan pada PT. PERTAMINA (Persero) Depot Boyolali. Dari analisa yang dilakukan dapat diperoleh hasil sebagai berikut: 1. Pada saluran distribusi langsung secara rata-rata perbandingan biaya distribusi terhadap volume penjualan menunjukkan hasil 0.9% (Rp 44.955.395,83: Rp 4.973.101.250). Sedangkan pada saluran distribusi tidak langsung secara rata-rata perbandingan biaya distribusi terhadap volume penjualan sebesar 0.28% (Rp 2.053.490.600: Rp 728.946.375.000). Jadi dapat disimpulkan, bahwa secara rata-rata saluran distribusi tidak langsung lebih efisien dibandingkan dengan saluran distribusi langsung. 2. Selama periode Maret 2008-Februari 2009 Proporsi penggunaan biaya distribusi langsung yang paling rendah terjadi pada bulan Agustus 2008 dengan prosentase sebesar 0.26%. Sedangkan proporsi penggunaan biaya distribusi langsung yang paling tinggi terjadi pada bulan Februari 2009 dengan prosentase sebesar 1.7%. Sedangkan untuk saluran distribusi tidak langsung, proporsi penggunaan biaya distribusi yang paling rendah terjadi pada bulan Agustus 2008 dengan prosentase sebesar 0.19%. Sedangkan proporsi penggunaan biaya distribusi yang paling tinggi terjadi pada bulan Januiari 2009 dengan prosentase sebesar 0.42%.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
TUGAS AKHIR.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Pujianto, SE
Catatan Umum : 3673/2009
Fakultas :