Penulis Utama : Kondang Korniawan
NIM / NIP : I0119098
×

Penerapan sistem contra flow pada Jalan Slamet Riyadi menyebabkan berkurangnya lebar jalan dan kapasitas simpang pengguna kendaraan selain Batik Solo Trans (BST) sehingga terjadi penurunan kinerja lalu lintas, khususnya pada daerah persimpangan dengan volume lalu lintas tinggi yang didominasi oleh pengguna kendaraan pribadi. Oleh karena itu, diperlukan optimasi sinyal lalu lintas pada masing-masing pendekat simpang untuk dapat meningkatkan kinerja simpang berdasarkan parameter tundaan (D). Dengan demikian, dapat diketahui seberapa besar pengaruh penurunan tundaan pada simpang setelah dilakukan optimasi sinyal lalu lintas terhadap emisi yang dihasilkan oleh kendaraan pada saat mengalami tundaan di persimpangan.

Penelitian ini meliputi simpang bersinyal pada Simpang Gendengan, Simpang Sriwedari, Simpang Ngapeman, Simpang Pasar Pon, dan Simpang Nonongan. Analisis simpang dilakukan menggunakan perangkat lunak PTV Vistro metode Highway Capacity Manual (HCM) 2010, berdasarkan nilai tundaan (D) pada kondisi eksisting dan setelah optimasi. Setelah itu dilakukan perhitungan emisi dengan cara mengalikan faktor emisi dengan konsumsi bahan bakar berdasarkan rumus konsumsi bahan bakar LAPI-ITB.

Hasil analisis menunjukkan bahwa dengan melakukan optimasi sinyal lalu lintas, terjadi peningkatan kinerja simpang dilihat dari total tundaan pada keseluruhan simpang yang semakin menurun, yaitu 406,7 det/smp menjadi 362,4 det/smp. Berdasarkan nilai tundaan, simpang dengan LoS B yaitu Simpang Sriwedari Pagi. LoS C yaitu Simpang Ngapeman Pagi, Simpang Sriwedari Sore, Simpang Pasar Pon, dan Simpang Nonongan. LoS D yaitu Simpang Ngapeman Sore Optimasi. LoS E yaitu Simpang Gendengan Pagi Optimasi, Simpang Gendengan Sore, dan Simpang Ngapeman Sore Eksisting. LoS F yaitu Simpang Gendengan Pagi Eksisting. Berdasarkan hasil analisis simpang terjadi penurunan emisi setelah dilakukan optimasi sinyal lalu lintas simpang dibandingkan dengan pada kondisi eksisting. Pada jam sibuk pagi hari terjadi penurunan emisi meliputi CO, HC, NOx, PM10, dan SO2 masing-masing sebesar 28,77%. Sementara itu, pada jam sibuk sore hari terjadi penurunan emisi meliputi CO, HC, NOx, PM10, dan SO2 masing-masing sebesar 23,19%.

×
Penulis Utama : Kondang Korniawan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I0119098
Tahun : 2023
Judul : Analisis Emisi Simpang Bersinyal di Jalan Slamet Riyadi Segmen Contra Flow
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Teknik - 2023
Program Studi : S-1 Teknik Sipil
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : PTV Vistro, Emisi, Jalan Slamet Riyadi, Derajat Kejenuhan, Tundaan
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Budi Yulianto, S.T., M.Sc., Ph.D.
2. Setiono, S.T., M.Sc.
Penguji : 1. Setiono, S.T., M.Sc.
2. Amirotul Musthofiah HM, S.T., M.Sc.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
View My Stats