Penulis Utama : Nopiningsih
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C0105036
Tahun : 2009
Judul : Istilah-istilah batik tradisional Jawa
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-FSSR Jur. S1 Sastra Daerah-C.0105036-2009
Subyek : BATIK
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Penelitian ini mengambil judul Istilah-istilah Batik Tradisional Jawa (Suatu Kajian Etnolinguistik). Dalam penelitian ini terdapat dua perumusan masalah, yaitu 1) bagaimanakah bentuk istilah-istilah batik tradisional Jawa? 2) bagaimanakah makna batik tradisional Jawa?. Tujuan penelitian ini adalah 1) mendeskripsikan bentuk istilah-istilah batik tradisional Jawa 2) mendeskripsikan makna batik tradisional Jawa. Penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif, yaitu mendeskripsikan data-data kebahasaan yang berkaitan dengan penggunaan istilah-istilah batik tradisional Jawa, yang kemudian akan dianalisis berdasarkan bentuk dan maknanya. Data yang digunakan dalam penelitian ini berupa data lisan dan data tulis. Sumber data lisan berasal dari informan yang berupa tuturan tentang istilah-istilah batik tradisional Jawa, sedangkan sumber data tulis berasal dari buku-buku pustaka yang mendukung penelitian ini. Pengumpulan data menggunakan metode sadap, yaitu menyadap tuturan informan yang mengandung istilah-istilah batik tradisional Jawa. Analisis data menggunakan metode distribusional dan metode padan. Metode distribusional digunakan untuk menganalisis bentuk istilah-istilah batik tradisional Jawa. sedangkan metode padan digunakan untuk menganalisis makna istilah-istilah batik tradisional Jawa. Metode penyajian hasil analisis data menggunakan metode deskriptif formal dan informal. Hasil dari 2 bentuk istilah-istilah batik tradisional Jawa ditemukan 7 bentuk monomorfemis yaitu: lurik, truntum, wirasat, slobok, grompol, cakar, dan kawung. Terdapat 22 bentuk polimorfemis, di antaranya 2 kata jadian yang berupa afiksasi yaitu: kopohan dan buketan. 20 kata majemuk, yaitu: sida mulya, sida mukti, sida asih, sida luhur, sida dadi, sida drajat, babon angrem, wahyu tumurun, parang pamor, satriya manah, semen rante, satriya wibawa, madu branta, bokor kencana, semen rama, parang klithik, parang kusuma, jae wana, parang lurik, dan parang barong. 2) makna yang terdapat dalam istilah-istilah batik tradisional Jawa adalah makna leksikal dan makna kultural. Makna leksikal atau makna dasar terdapat pada bentuk monomorfemis yaitu bentuk yang belum mengalami perubahan atau masih dalam bentuk kata dasar. Namun pada bentuk polimorfemis muncul makna gramatikal, yaitu makna yang timbul akibat proses gramatis yang ditandai oleh afiksasi dan pemajemukan. Makna kultural adalah makna yang terdapat pada masyarakat, dalam hal ini adalah makna yang berkaitan dengan istilah-istilah batik tradisional Jawa, misalnya batik cakar yang memiliki makna kultural sebuah harapan dari orang tua kepada anaknya agar dapat mencari nafkah sendiri seperti layaknya ayam yang sedang ceceker.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Microsoft Word - 2. BAB I .pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Y. Suwanto, M.Hum.
2. Drs. Sujono, M.Hum.
Catatan Umum : 3738/2009
Fakultas :