Penulis Utama : Ika Sutarni
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0502060
Tahun : 2009
Judul : Pengaruh Penggunaan limbah media tanam jamur tiram putih (Pleurotus florida) sebagai komponen ransum terhadap nilai kecernaan ransum kelinci lokal jantan
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Peternakan - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS- F. Peternakan Jur. Peternakan-H.0502060-2009
Subyek : JAMUR
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Limbah Media Tanam Jamur Tiram Putih (Pleurotus florida) (LMTJTP) sebagai komponen ransum terhadap nilai kecernaan ransum kelinci lokal jantan dan mengetahui pada tingkat berapa penggunaan LMTJTP yang optimal. Penelitian ini dilaksanakan di Desa Tegalsari, Rt 03 Rw 02, Ngaru – Aru, Banyudono, Boyolali selama 6 minggu pada tanggal 27 Oktober 2008 sampai tanggal 7 Desember 2008. Penelitian ini menggunakan 20 ekor kelinci lokal jantan lepas sapih umur 2 bulan dengan bobot badan rata – rata 827,313 ± 105,001 g. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola searah dengan empat perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri dari lima ulangan, setiap ulangan terdiri dari satu ekor kelinci lokal jantan. Ransum yang diberikan berupa hijauan, konsentrat komersial BR1 produksi PT. JAPFA COMFEED dan LMTJTP. Ransum perlakuan yang diberikan terdiri dari P0 (hijauan : konsentrat : LMTJTP = 60% : 40% : 0%), P1 (hijauan : konsentrat : LMTJTP = 60% : 35% : 5%), P2 (hijauan : konsentrat : LMTJTP = 60% : 30% : 10%), P3 (hijauan : konsentrat : LMTJTP = 60% : 25% : 15%). Parameter yang diamati adalah konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering dan kecernaan bahan organik. Rerata hasil penelitian untuk konsumsi bahan kering ransum berturut turut adalah 44,28; 40,85; 42,96; 34,79 g/ekor/ hari. Analisis variansi menunjukkan hasil yang berbeda tidak nyata. Sedangkan rerata konsumsi bahan organik berturut turut adalah 9,15; 8,38; 9,16 dan 10,66 g/ekor/hari. Hasil analisis variansi menunjukkan pengaruh yang juga berbeda tidak nyata. Rerata kecernaan bahan kering berturut turut adalah 45,69 %; 37,12 %; 40,86 %; 38,40 %. Hasil penelitian menunjukkan kecernaan bahan kering cenderung menurun bila dibandingkan dengan kontrol. Meskipun terlihat adanya penurunan nilai kecernaan, tapi hasil analisis menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan terhadap kecernaan bahan kering (KcBK) berbeda tidak nyata. Penggunaan LMTJTP sampai level 15 % tidak berpengaruh terhadap kecernaan bahan kering. Rerata kecernaan bahan organik berturut turut adalah 50,57 %; 41,83 %; 44,84 %; 45,23 %. Hasil analisis varansi menunjukkan bahwa pengaruh perlakuan terhadap kecernaan bahan organik (KcBO) berbeda tidak nyata juga. Hal ini berarti bahwa penggunaan LMTJTP sampai level 15 % tidak berpengaruh terhadap kecernaan bahan organik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penggunaan LMTJTP dalam ransum hingga level 15 % tidak berpengaruh terhadap konsumsi bahan kering, konsumsi bahan organik, kecernaan bahan kering, dan kecernaan bahan organik kelinci lokal jantan. Sehingga LMTJTP dapat dimanfaatkan sebagai bahan alternatif penyusun ransum kelinci pada usaha peternakan.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
2.pdf
3. BAB.pdf
4.pdf
5.pdf
6.pdf
7.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Lutojo, M.P
2. Ir. Ashry Mukhtar, M.S
Catatan Umum : 4108/2009
Fakultas : Fak. Pertanian