Penulis Utama : MUHAMAD SAID
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I1107530
Tahun : 2010
Judul : Kajian kuat belah dan mor beton ringan berserat aluminium pasca bakar
Edisi :
Imprint : Surakarta - F.Teknik - 2010
Kolasi :
Sumber : UNS-F.Teknik Jur. Teknik Sipil-I.1107530-2010
Subyek : MOR BETON
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Kebakaran pada suatu struktur bangunan merupakan musibah yang akan berdampak negatif terhadap beton pada struktur bangunan. Setiap perubahan panas yang terjadi perlu dikaji mengingat daya rusaknya terhadap kuat belah maupun MOR beton. Berat beton yang merupakan bagian terbesar dari beban sruktur dapat dikurangi dengan menggunakan beton ringan dengan agregat ALWA yang memiliki berat jenis yang lebih kecil dari beton normal Penelitian ini bertujuan mengetahui nilai kuat belah dan MOR beton ringan serat alumunium, apabila diberi beban pada suhu normal (25 oC), dibakar dengan beban suhu 300oC, 400oC, 500oC dan 500oC dengan curing ulang. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan total benda uji 30 buah, tiap variasi ada 3 sampel dengan kadar serat alumunium 0.75 % terhadap volume beton. Benda uji yang digunakan untuk kuat belah berupa silinder dengan diameter 15cm dan tinggi 30cm, dan untuk pengujian MOR menggunakan balok beton berdimensi 10x10x40 cm. Pengujian dilakukan pada umur beton 28 hari, sedangkan untuk beton pasca bakar diuji setelah pembakaran dan curing ulang selama 28 hari. Benda uji yang telah melalui serangkaian proses penelitian dites menggunakan alat CTM (Compression Testing Machine) dan ekstensometer. Penurunan nilai kuat belah beton karena pembakaran berturut-turut ; 3000C, 4000C, 5000C, mengalami penurunan berturut-turut 1,982 Mpa, 1,062 Mpa, 0,991 Mpa, 0,944 Mpa, Pada suhu 500 oC dan dilakukan perawatan ulang megalami peningkatan kuat belah beton sebesar 1,840 Mpa. Penurunan nilai MOR beton karena pembakaran berturut-turut ; 3000C, 4000C, 5000C, mengalami penurunan berturut-turut ,9564 Mpa; 3,56076 Mpa; 2,88252 Mpa; 2,85426 Mpa, Pada suhu 500 oC dan dilakukan perawatan ulang megalami peningkatan MOR beton sebesar 3,8151 Mpa atau 25,185%. Penurunan kuat belah akibat kenaikan suhu 300oC, 400oC, 500oC, berturut-turut adalah 46,428%; 50%; 52,381%, sedangkan kenaikan setelah di curing ulang pada pembakaran suhu 500oC adalah 48,717 %. Penurunan MOR dalam % akibat kenaikan suhu 300oC, 400oC, 500oC, berturutturut adalah 20,567%; 25,656%; 50,3%, sedangkan kenaikan setelah di curing ulang pada pembakaran suhu 500oC adalah 25,185 %.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
bab 1.pdf
bab 2.pdf
bab 3.pdf
bab 4.pdf
bab 5.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. A. Mediyanto, MT
2. Ir. Slamet Prayitno, MT
Catatan Umum : 84/2010
Fakultas : Fak. Teknik