Penulis Utama : Aris Prasetyo Aji
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : D 0204032
Tahun : 2009
Judul : Matinya sang penutur (keberadaan kesenian wayang sebagai sebuah media transformasi nilai-nilai budaya yang mulai pudar di tengah perkembangan jaman)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FISIP - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-FISIP Jur. Ilmu Komunikasi-d.0204032-2009
Subyek : SANG PENUTUR
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Abstrak: Kesenian wayang sebagai salah satu produk budaya masyarakat Jawa, merupakan salah satu khazanah budaya yang wajib kita jaga dan pelihara. Keberadaan pertunjukkan ini telah memberikan kontribusi besar terhadap transformasi nilai-nilai budaya dari generasi ke generasi. Sebagian besar masyarakat Jawa telah menjadikan kesenian ini sebagai bagian dari kehidupan mereka. Wayang telah menjadi media refleksi atas sikap dan perilaku setiap masyarakat Jawa. Yang akhirnya membuat pertunjukkan wayang menjadi sebuah simbolisme tentang pandangan hidup orang Jawa. Namun seiring perjalanan waktu, wayang akhirnya mulai ditinggalkan. Ketidakpahaman masyarakat Jawa modern dengan simbol-simbol pada wayang membuat pertunjukkan ini akhirnya kurang dimengerti. Nilai-nilai budaya yang melekat dalam pertunjukkan ini pun akhirnya harus kalah. Adanya kesenjangan komunikasi menuntut berubahnya fungsi pertunjukkan ini . Hiburan menjadi suatu hal yang sangat diminati masyarakat sekarang. Keadaan inilah yang akhirnya membuat pertunjukkan wayang mulai kehilangan rohnya, akibatnya nilai-nilai budaya ini akhirnya hilang dan tidak dapat dimengerti oleh generasi berikutnya. Art puppets as one of the Java community cultural products is one of the cultural heritages we must preserve. The existence of the show has made a major contribution to the transformation of cultural values to the next generation. Javanese people pledged the show in beneath the heart of their life. Puppet has become a media reflection on the attitude or behavior of Javanese. At the end, the art culture of puppet becomes Javanese way of life symbol. Over the time, the existence of puppet is left behind by those who assumed as modern people. People comprehend a little that generates puppet symbols ultimately less understandable. The gap of communication occurred has change the puppet show function as entertainment. As a result, cultural values appeared in the show has lost its soul to lose and misunderstood by the next generation.
File Dokumen Tugas Akhir : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Aryanto Budhi M,Si
2. Dra. Prahastiwi Utari, M.Si, Ph.D
Catatan Umum : 209/2009
Fakultas : Fak. ISIP