Penulis Utama : Alba Shibghatulloh Azizi
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : G0005046
Tahun : 2009
Judul : Pengaruh pemberian ekstrak meniran (Phyllantus niruri Linn.) .) terhadap kadar sgot dan sgpt tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi asetaminofen
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Kedokteran - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Kedokteran Jur. Kedokteran-G0005046-2009
Subyek : ASETAMINOFEN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Abstrak Pengaruh Pemberian Ekstrak Meniran (Phyllantus niruri Linn.) terhadap Kadar SGOT dan SGPT pada Tikus Putih ( Rattus norvegicus) Yang Diinduksi Asetaminofen. Skripsi, Fakultas Kedokteran, Universitas Sebelas Maret, Surakarta. Meniran (Phyllantus niruri Linn.) adalah tanaman liar yang berkhasiat menyembuhkan penyakit gangguan hati melalui aktivitasnya sebagai hapatoprotektor. Khasiat ini berkaitan erat dengan senyawa yang dikandungnya yaitu senyawa Flavonoid sebagai antioksidan dan juga senyawa Filantin dan Hipofilantin sebagai antihepatotoksik. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh pemberian ekstrak meniran (Phyllantus niruri Linn.) terhadap kadar SGOT dan SGPT pada tikus putih (Rattus norvegicus) yang diinduksi asetaminofen Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental laboratorik dengan rancangan penelitian the post test only control group design Hewan uji yang digunakan adalah tikus putih jantan sebanyak 28 ekor yang terbagi dalam 4 kelompok yaitu kelompok kontrol yang hanya diberi diet standard, kelompok perlakuan I diberi asetaminofen dosis 0,27g/200g BB pada hari pertama lalu diberi ekstrak meniran dosis 0,193g/200g BB selama 6 hari berturut-turut, kelompok perlakuan II diberi methicol dosis 0,009g/200g BB selama 6 hari berturut-turut. Kelompok pelakuan III diberi asetaminofen dosis 0,27g/200g BB pada hari keenam Kemudian semua tikus diambil darahnya setelah rentang waktu 24jam untuk mengetahui kadar SGOT dan SGPT serumnya. Data kadar SGOT dan SGPT serum dianalisis secara statistik, menggunakan uji One Way Anova dilanjutkan dengan Post Hoc Test menggunakan analisis Tukey Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang bermakna antara kadar SGOT dan SGPT tikus putih yang diberikan ekstrak meniran dosis 0,193g/200g BB dibandingkan dengan tikus putih yang hanya diberikan asetaminofen dosis 0,27g/200g BB tikus putih. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak meniran dosis 0,193g/200g BB tikus putih dapat menghambat kenaikan kadar SGOT dan SGPT tikus putih akibat pemberian asetaminofen.
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
SKRIPSI ALBA.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Kisrini, Dra.,Apt.,M.Si
2. Lilik Wijayanti, dr.,M.Kes
Catatan Umum : 214/2009
Fakultas : Fak. Kedokteran