Penulis Utama : Nasfi Aprilia Isnaini
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I8306027
Tahun : 2009
Judul : Pembuatan zat warna alami untuk tekstil dari buah mangsi
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Progdi. Teknik Kimia-I8306027-2009
Subyek : ZAT WARNA
Jenis Dokumen : Laporan Tugas Akhir (D III)
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Abstrak Indonesia memiliki bahan zat warna dari berbagai bahan alam yang melimpah. Penggunaan zat warna alami sekarang lebih diutamakan dibanding zat warna sintetis. Karena zat warna sintetis tidak ramah lingkungan dan menyebabkan berbagai penyakit dan sudah ditinggalkan. Buah mangsi / buah tinta / tampal besi ( Phyllantus reticulatus poir ) adalah sejenis tanaman liar yang tumbuh di pekarangan daerah pinggiran pedesaan yang tersedia melimpah. Buah mangsi mengandung zat warna alami untuk tekstil. Tugas akhir ini bertujuan untuk menentukan cara membuat zat warna alami secara batch dan ekstraksi menggunakan soxhlet. Pembuatan zat warna alami dari buah mangsi dilakukan dengan metode ekstraksi secara batch dan ekstraksi menggunakan soxhlet. Perbandingan buah mangsi dan air adalah 1 : 4. Ekstraksi secara batch dilakukan selama 2 jam, kemudian larutan ekstrak dipekatkan dengan cara evaporasi pada suhu 100 ° C. Sedangkan ekstraksi secara soxhlet dilakukan selama 5 jam 25 menit dengan 7 kali sirkulasi, larutan ekstrak dipekatkan dengan cara evaporasi pada suhu 100 ° C. Dari hasil percobaan yang dilakukan, 50 gram buah mangsi dapat menghasilkan 4,45 gram zat warna ekstraksi secara batch dan 5,56 gram zat warna ekstraksi menggunakan soxhlet. Warna dihasilkan dari proses ekstraksi buah mangsi adalah Coklat Tua. Proses pengujian zat warna terhadap kain untuk mengetahui kualitasnya. Proses pengujian ini dilakukan terhadap kain yang telah melalui proses pewarnaan dengan zat warna yang telah dibuat. Sebelum proses pewarnaan pada kain pada pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian I dilakukan proses mordanting menggunakan NaOH dan fiksasi menggunakan CaO menunjukkan nilai evaluasi kurang. Pada pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian II dilakukan proses mordanting menggunakan Al2(SO4)3 dan fiksasi menggunakan CaO menunjukkan nilai evaluasi cukup. Sedangkan pada hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap pencucian III dilakukan proses mordanting menggunakan Al2(SO4)3 dan fiksasi menggunakan Al2(SO4)3 menunjukkan nilai evaluasi kurang, sedangkan hasil pengujian ketahanan luntur warna terhadap gosokan kering menunjukkan nilai evaluasi baik. Hasil Pengujian menunjukkan bahwa zat warna alami untuk tekstil dari buah mangsi cukup tahan terhadap gosokan kering tetapi kurang tahan terhadap pencucian dan gosokan basah. Hasil terbaik ditunjukkan pada kain yang telah melalui proses mordanting menggunakan Al2(SO4)3 dan proses fiksasi menggunakan CaO.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I.pdf
BAB IV.pdf
BAB V.pdf
Daftar pustaka New.pdf
BAB II.pdf
BAB III.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Enny Kriswiyanti A, S.T.,M.T.
Catatan Umum : 4776/2009
Fakultas : Fak. Teknik