Pada masa
globalisasi modern saat ini, UMKM mengalami perkembangan yang semakin pesat. UMKM mampu berkembang pesat sebab termasuk usaha yang mudah dirintis. Keripik
pisang merupakan produk
agroindustri UMKM yang populer dan memiliki nilai tambah tinggi. UMKM Minions
Winner adalah UMKM di
Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar yang memproduksi keripik pisang.
UMKM Minions Winner berdiri sejak tahun 2013 dan mengalami tren perkembangan
yang baik. Meskipun demikian, UMKM Minions Winner masih memiliki permasalahan
yaitu kurang wawasan bisnis jangka panjang terutama
pencatatan, pelaporan, evaluasi, peningkatan kerja, dan terlalu berorientasi pada keuntungan.
UMKM Minions Winner kurang memperhatikan aspek kerja dan tidak pernah melakukan
pengukuran kinerja yang penting bagi keberlanjutan usaha.Metode dasar
penelitian yaitu deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Lokasi penelitian
berada di UMKM Minions Winner Kecamatan Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Lokasi
dipilih secara purposive (sengaja) dengan pertimbangan sebagai salah
satu UMKM besar di Kabupaten Karanganyar dan memiliki masalah keuangan serta
pengukuran kinerja. Sampel responden ditentukan secara purposive (sengaja)
dengan pertimbangan merupakan pemilik, manajer, tenaga kerja, dan pelanggan
UMKM Minions Winner yang berusia 17-64 tahun. Key Informan khusus survei
kepuasan diambil dari sampel responden dengan rincian 20 tenaga kerja dan 30
pelanggan. Jenis dan sumber data yaitu data primer dan data sekunder. Metode
pengumpulan data melalui wawancara, angket, observasi, perekaman, dan
dokumentasi. Metode analisis data menggunakan balanced
scorecard dan triangulasi dengan alat bantu microsoft excel 2019.Pengukuran
kinerja UMKM Minions Winner dilakukan dengan empat perspektif balanced
scorecard yang terdiri dari 16 indikator. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa kinerja UMKM Minions Winner memiliki skor 88,5?ngan kategori baik.
Perspektif keuangan, pelanggan, serta pembelajaran dan pertumbuhan mencapai
kategori kinerja baik, sedangkan perspektif proses bisnis internal justru
berada pada kategori kurang baik. Indikator yang masih kurang yaitu akuisisi
pelanggan, tingkat inovasi, dan jumlah produk rusak. UMKM Minions Winner
menghadapi berbagai permasalahan seperti penurunan volume penjualan, penurunan
jumlah pelanggan, kurangnya inovasi, kurangnya penerapan SOP, kurangnya sistem reward
and punishment, dan sistem perputaran kerja.
Rekomendasi
strategi yang disarankan untuk perbaikan kinerja UMKM Minions Winner berfokus
pada perbaikan perspektif proses bisnis internal dan perspektif pelanggan diantaranya
yaitu digital marketing, konsinyasi, perluasan area pemasaran, inovasi
varian rasa, perbaikan SOP yang jelas, dan monitoring rutin. UMKM
Minions Winner disarankan untuk menyusun key index performance yang
diawasi dan diukur secara berkala menggunakan dokumen kontrol.