Pada sektor transportasi, kecelakaan lalu lintas adalah
sebuah permasalahan yang memerlukan perhatian ekstra. Menganalisis bagaimana
kecelakaan lalu lintas diklasifikasikan sangat penting untuk menurunkan angka
kecelakaan, khususnya di Kota Surakarta yang menjadi objek dalam penelitian
ini. Penelitian ini memiliki tujuan untuk memperoleh model
klasifikasi kecelakaan lalu lintas (kecelakaan ringan, sedang, atau berat) yang
dihasilkan dengan salah satu metode dalam machine learning, yakni
regresi logistik multinomial. Penelitian ini menggunakan data kecelakaan lalu
lintas dari tahun 2018 hingga 2022 serta memasukkan variabel yang meliputi
klasifikasi kecelakaan, tipe tabrakan, kondisi cahaya, cuaca, fungsi jalan,
kelas jalan, karakteristik geometrik jalan, kondisi permukaan jalan, dan kemiringan jalan. Tujuannya adalah
untuk mengidentifikasi variabel-variabel yang berpengaruh signifikan terhadap
klasifikasi kecelakaan lalu lintas. Hasil dari penelitian ini mengungkapkan bahwa terdapat enam
variabel yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan klasifikasi menjadi
kecelakaan sedang. Variabel tersebut terdiri dari tipe tabrakan, cuaca, fungsi
jalan, kelas jalan, kondisi geometrik jalan, dan kondisi permukaan jalan.
Selanjutnya, terdapat empat variabel yang berpengaruh signifikan terhadap peningkatan klasifikasi menjadi
kecelakaan berat, yang terdiri dari tipe tabrakan, kondisi cahaya, cuaca, dan
fungsi jalan. Meskipun akurasi yang dihasilkan dari model adalah 72%, model ini memiliki kinerja yang rendah dalam
memprediksi kelas minoritas karena ketidakseimbangan data yang ekstrem. Hasil dari penelitian ini menyoroti perlunya penelitian lebih lanjut untuk mengatasi
ketidakseimbangan data ini.