Kemalasan sosial sering terjadi pada mahasiswa khususnya ketika aktif dalam kegiatan organisasi. Organisasi mengharuskan mahasiswa untuk bekerja secara kolektif di mana tugas menjadi tanggung jawab bersama. Ketika bekerja akan timbul gagasan pada mahasiswa yang bahwa kemampuan rekannya lebih unggul sehingga ia mengandalkan rekan tersebut sementara dirinya mengurangi kontribusi dalam organisasi. Perilaku ketika mahasiswa mengurangi usahanya dalam kelompok ini disebut sebagai kemalasan sosial. Harga diri adalah hasil evaluasi diri tentang bagaimana ia memandang dirinya kemudian diekspresikan pada penolakan atau penerimaan. Oleh karena itu perilaku yang ditunjukkan individu dipengaruhi harga diri. Berbagai penelitian membahas kemalasan sosial pada mahasiswa dalam konteks tugas akademik kelompok, maka penelitian ini ditujukan untuk mengetahui pengaruh harga diri terhadap kemalasan sosial pada mahasiswa aktif berorganisasi di Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret. Sampel dalam penelitian ini adalah 121 orang mahasiswa aktif berorganisasi Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret. Pengambilan sampel dilakukan dengan purposive sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian adalah skala kemalasan sosial dengan α 0,876 dan skala harga diri dengan α 0,843 dari Hidayati (2016). Teknik analisis data menggunakan analisis regresi linier sederhana untuk mengetahui pengaruh harga diri terhadap kemalasan sosial. Dari penelitian ini diperoleh nilai hubungan (R) = 0,414 dan koefisien determinasi (R square) = 0,171 serta koefisien arah regresi β(X) = - 0,652. Artinya harga diri berpengaruh negatif terhadap kemalasan sosial pada mahasiswa aktif organisasi di Fakultas Psikologi Universitas Sebelas Maret sebesar 17,1% sementara 82,9% lainnya disebabkan faktor lain. Hasil penelitian ini dapat digunakan untuk menurukan kemalasan sosial dengan menumbuhkan harga diri mahasiswa.