Penurunan kesuburan tanah dapat menyebabkan
produktivitas tanaman menurun. Tanaman menjadi kekurangan nutrisi sehingga
dengan mudah diserang oleh hama. Salah satu upaya pengendalian hama adalah
dengan cara menambahkan unsur hara. Silika (Si) merupakan unsur hara essensial
yang cukup penting dalam proses metabolisme dan daur hidup tanaman. Mentik
wangi merupakan salah satu varietas padi (Oryza Sativa L.) lokal yang
memiliki keunggulan seperti memiliki tekstur yang pulen serta aroma yang khas.
Sejauh ini petani yang membudidayakan varietas ini masih sedikit dikarena
mentik wangi memiliki umur yang panjang dan adanya ancaman serangan hama. Penelitian
menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) dengan petak utama waktu
aplikasi, dan anak petak konsentrasi pupuk dengan 4 perlakuan dan 3 ulangan. Masing
masing petak utama perukuran 12x8 m dengan anak petak perlakuan sebesar
3x4 m. Penelitian dilakukan bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh pemberian
silika terhadap serangan hama pada padi varietas mentik wangi. Pengambilan data
dimulai saat padi berumur 3 MST sampai menjelang panen. Variabel pengamatan
meliputi hama yang ditemukan, populasi hama, intensitas serangan hama walang sangit,
dan bobot kering gabah. Hasil penelitian menunjukkan hama yang ditemukan adalah
walang sangit (Leptocorisa acuta), wereng batang coklat (Nilaparvata
lugens), keong mas (Pomacea caniculata), belalang (Oxya chinensis),
pelipat daun (Cnaphalocrosis medinalis) dan serangan tikus sawah (Rattus
argentiventer).
Waktu pengaplikasian dan penambahan pupuk silika menekan populasi wereng batang
coklat, populasi walang sangit dan intensitas serangan walang sangit sedangkan
pada populasi hama pelipat daun tidak dipengaruhi oleh ke dua faktor tersebut. Penambahan
pupuk silika mampu meningkatkan bobot kering giling.