Fosfor (P) merupakan unsur
hara esensial kedua setelah N (Nitrogen). Unsur P berperan penting dalam proses fotosintesis, transfer
energi, metabolisme karbon, pemanjangan akar, pembentukan membran, dan
pembentuk materi genetik (DNA).
Unsur P dalam tanah yang dapat dimanfaatkan oleh tanaman berbentuk senyawa ortofosfat
(H2PO4- dan HPO42-). Senyawa
fosfat dalam bentuk tersebut ketersediaannya sedikit dalam tanah, karena
bereaksi dan terikat dengan mineral tanah (Ca-P, Al-P, Fe-P). Perlu adanya peran pembantu dari bakteri yang dapat melarutkan fosfat
yang terikat oleh mineral tanah tersebut agar tersedia untuk digunakan oleh
tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh bakteri yang dapat
melarutkan fosfat (BPF) dan mengetahui identitas serta karakter dari bakteri
pelarut fosfat (BPF) tersebut. Lokasi pengambilan
sampel dalam penelitian ini terletak di Lereng barat Gunung Lawu dari 5 jenis penggunaan
lahan berbeda yang ditentukan dengan metode purposive sampling.
Lereng barat Gunung Lawu memiliki karakteristik tanah yang subur dan kaya unsur
hara sebagai sumber makanan dan nutrisi untuk mikroorganisme tanah. Metode yang
digunakan adalah deskriptif eksploratif dengan tahapan
pengambilan sampel tanah, analisis karakteristik tanah, isolasi bakteri pada
media SEA dan isolasi serta purifikasi pada media spesifik Pikovskaya, serta
identifikasi dan karakterisasi fenotip bakteri (morfologi koloni, karakteristik
sel, dan karakteristik fisiologi) serta genotip bakteri (teknik molekuler
dengan sekuensing 16S rRNA). Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Juni
2021 sampai dengan Maret 2022. Pengambilan sampel tanah
dilakukan di Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa
Tengah. Analisis Laboratorium dilakukan di Laboratorium Biologi dan
Bioteknologi Tanah, Laboratorium Kimia dan Kesuburan Tanah, Fakultas Pertanian,
Universitas Sebelas Maret, serta PT. Genetika Science.
Hasil penelitian yaitu ditemukan sebanyak 9 cawan petri berisikan
koloni bakteri yang dapat tumbuh pada media spesifik pikovskaya. Dari 9 cawan petri yang berisikan koloni bakteri tersebut, dipilih
sejumlah 4 koloni bakteri terbaik yang selanjutnya dipurifikasi dan diidentifikasi
morfologi koloni, karakteristik sel, dan karakteristik fisiologinya yaitu
isolat bakteri dengan kode P1, P2, P2A, dan P3. Isolat BPF P1 merupakan bakteri
gram negatif dengan bentuk sel batang, oksidase (-), indol (-), produksi asam
dari glukosa (+) anaerob fakultatif (+), tumbuh optimal ada suhu 27℃ dan pH 7,
toleran pada kadar NaCl 2%, sumber karbon fruktosa dan nilai PSI 3,23. Isolat
BPF P2 merupakan bakteri gram negatif dengan bentuk sel batang, oksidase (-),
indol (-), produksi asam dari glukosa (+) anaerob fakultatif (+), tumbuh
optimal ada suhu 45℃ dan pH 7, toleran pada kadar NaCl 4%, sumber karbon
sukrosa dan nilai PSI 3,125. Isolat BPF P2A merupakan bakteri gram negatif
dengan bentuk sel batang, oksidase (-), indol (-), produksi asam dari glukosa
(-) anaerob fakultatif (+), tumbuh optimal ada suhu 45℃ dan pH 7, toleran pada
kadar NaCl 2%, sumber karbon laktosa dan nilai PSI 2,72. Isolat BPF P3
merupakan bakteri gram negatif dengan bentuk sel batang, oksidase (-), indol
(-), produksi asam dari glukosa (-) anaerob fakultatif (+), tumbuh optimal ada
suhu 45℃ dan pH 7, toleran pada kadar NaCl 2%, sumber karbon fruktosa dan nilai
PSI 2,85. Kemudian dari 4 isolat BPF yang sudah dilakukan identifikasi
karakteristik morfologi dan fisiologisnya, dipilih 2 isolat BPF terbaik
berdasarkan nilai PSI-nya untuk dilakukan analisis molekuler yaitu isolat BPF P1
dan P2. Hasil sekuensing isolat BPF P1 memiliki panjang DNA sebesar 950 bp dan
isolat BPF P2 memiliki panjang DNA sebesar 878 bp. Hasil perbandingan sekuens
pada GenBank dengan program BLAST dan analisis pohon filogenetik
terhadap isolat BPF P1 menghasilkan persentase kekerabatan dekat terhadap spesies
Paraburkholderia terrae strain DSM-17804 sebesar 98,84%. Hasil perbandingan sekuens pada GenBank
dengan program BLAST dan analisis pohon filogenetik terhadap isolat BPF P2
menghasilkan persentase kekerabatan dekat terhadap spesies Paraburkholderia
caribensis strain MNL-133 sebesar 98,97%.