Sawi Pakcoy (Brassica rapa L) merupakan salah satu jenis sawi hijau
yang semakin digemari masyarakat Indonesia. Pakcoy selain memiliki rasa
yang renyah dan enak juga memiliki kandungan gizi yang baik untuk
kesehatan. Berdasarkan data diatas menunjukkan bahwa permintaan sawi hijau
termasuk sawi pakcoy (Brassica rapa L) meningkat setiap tahunnya. Meskipun tingkat konsumsi sayur meningkat setiap
tahunnya, kondisi konsumsi makanan masyarakat masih jauh dari
rekomendasi gizi seimbang. Konsumsi sayur 0,055 kg/kapita/tahun sama
dengan 0,15 g/kapita/hari sedangkan rekomendasi WHO dan FAO, konsumsi
sayur dan buah yang dianjurkan sebanyak 400 gram atau minimal 5 porsi
dalam sehari.Kegiatan tugas akhir dilaksanakan di halaman belakang rumah yang
berada di Jl. Alternatif Matesih, Temu Ireng, Tegalgede, Kec. Karanganyar,
Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Keadaan topografi Kecamatan
Karanganyar berupa dataran rendah dengan ketinggian wilayah 199 mdpl.
Kabupaten Karanganyar termasuk iklim tropis dengan kelembapan udara
rata-rata 80%-95%, dengan suhu udara berkisar 24°C hingga 31°C. Lokasi
budidaya berbatasan dengan bangunan disebelah barat sehingga cahaya
matahari menyinari secara penuh dari pukul 06.00 WIB sampai dengan
14.00 WIB sehingga total lama penyinaran matahari langsung yaitu selama
8 jam ketika cuaca cerah. Sebelah timur lokasi budidaya berbatasan
langsung dengan sawah.Kegiatan pemasaran hasil panen pakcoy hidroponik meliputi riset pasar
yaitu harga pakcoy per kg di pasar tradisional mulai dari Rp8.000 s.d.
Rp10.000 dan pasar modern Rp40.000 s.d. Rp42.000. Segmentasi berada
di wilayah Surakarta dan Karanganyar meliputi ibu rumah tangga, tenaga
pengajar, mahasiswa, wiraswasta, dan masyarakat yang menerapkan pola
hidup sehat. Target pasarnya adalah ibu rumah tangga dan para
mahasiswa yang gemar mengonsumsi sayur. Positioning produk yaitu
kesegaran sawi pakcoy yang selalu terjaga sampai pada konsumen.