Sektor pertanian merupakan penopang utama ekonomi dan penyumbang
penting untuk negara. Perkembangan sektor pertanian yang ada di Indonesia sangat
berpengaruh pada sistem ketahanan pangan, pertumbuhan ekonomi, serta
peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia. Peningkatan kesejahteraan
masyarakat dapat diperoleh dengan adanya pertanian yang berkelanjutan, salah satu
cara menghasilkan pertanian yang berkelanjutan yakni dengan menerapkan
budidaya pertanian berbasis organik. Sektor pertanian di Kabupaten Wonogiri
merupakan sektor yang menjadi penyumbang utama dalam sistem perekonomian di
Kabupaten Wonogiri. Pertanian yang berkelanjutan perlu dilakukan di Kabupaten
Wonogiri sebagai langkah peningkatan pendapatan masyarakat serta memenuhi
kebutuhan pangan yang terus meningkat. Budidaya organik menjadi salah satu
sistem acuan yang dikembangkan di Kabupaten Wonogiri sebagai bentuk budidaya
dalam mewujudkan sistem pertanian berkelanjutan. Kelurahan Beji terdapat salah
satu kelompok tani yang telah mandiri dan berhasil menerapkan dan
mengembangkan budidaya organik sehingga berdampak dalam peningkatan
pendapatan anggota petani yakni kelompok tani Ngesti Luhur. Maka sebab itu
penelitian ini penting untuk dikaji. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah: (1)
Menganalisis karakteristik petani dan kondisi lingkungan petani dalam budidaya
organik di kelompok tani Ngesti Luhur Kelurahan Beji, Kecamatan Nguntoronadi,
Kabupaten Wonogiri, (2) Menganalisis kemandirian yang dilakukan oleh kelompok
tani Ngesti Luhur dalam budidaya organik di Kelurahan Beji, Kecamatan
Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri, (3) Menganalisis aspek pendorong dan aspek
penghambat kemandirian petani kelompok tani Ngesti Luhur Kelurahan Beji,
Kecamatan Nguntoronadi, Kabupaten Wonogiri.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini yakni Metode penelitian pada
penelitian ini metode kualitatif deskriptif. Pengumpulan data dengan wawancara
mendalam, observasi, dan studi dokumen. Teknik penentuan informan dilakukan
secara purposive serta snowball sebanyak 16 informan serta dilakukan triangulasi
sumber dan teknik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Karakteristik petani dalam budidaya
organik dilihat melalui umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, jumlah tanggungan
keluarga, dan luas lahan. Kondisi alam dibedakan menjadi internal yakni SDM,
modal, produksi, pemasaran dan eksternal yakni keadaan alam, konsumen,
pemerintah, teknologi. 2) Kemandirian petani dalam budidaya organik dilihat dari
setiap tahapan budidaya yakni persiapan lahan, persiapan bibit dan media tanam,
penanaman tanaman, perawatan tanaman, serta panen dan pascapanen. Petani
memiliki kreatifitas dan inisiatif dalam menyelesaikan permasalahan budidaya,
selain itu petani juga menjalin kerjasama yang menguntungkan dalam pelaksanaan
ix
budidaya organik. 3) Aspek pendorong yang dapat mewujudkan kemandirian petani
dalam budidaya organik yakni adanya peningkatan pendapatan, dukungan
pemerintah, produksi yang mudah, media sosial, dan manajemen pasar yang tetap.
Aspek penghambat yang menghambat petani dalam mewujudkan kemandirian
budiadaya organik yakni kurangnya modal dan minimnya teknologi.