Anggrek
Dendrobium adalah salah satu genus anggrek favorit bagi pecinta anggrek. Hal
ini dikarenakan anggrek ini mampu beradaptasi dengan berbagai kondisi lingkungan
tumbuh, memiliki bentuk, warna bunga yang menarik dan bervariasi sehingga
disukai konsumen. Dendrobium stockelbuschii merupakan anggrek endemik
Indonesia tepatnya di Sulawesi. Tanaman ini memiliki ciri fisik yaitu pada
batang bagian bawah diselimuti lapisan daun berwarna keputihan, tinggi tanaman
20 cm, permukaan batang terdapat bulu kasar, daun berbentuk bulat telur, memiliki bunga hingga 6 buah dengan warna
merah kecoklatan, bunga tersusun secara melingkar dengan terdapat jarak yang
cukup lebar antar daun. Kendala pengadaan bibit Dendrobium stockelbuschii
secara konvensional adalah sulit memperoleh bibit yang berkualitas dalam jumlah
besar dalam waktu yang singkat. Penelitian ini berupaya untuk dapat
menghasilkan bibit dalam jumlah yang besar dan kualitas bibit yang baik. Salah
satu teknik yang dapat dilakukan dalah dengan kultur jaringan. Media yang digunakan adalah media ½ Murashige
and Skoog dengan penambahan zat pengatur tumbuh kinetin sebagai sitokinin
dan 2,4-D sebagai fitohormon auksin yang mana merupakan media modifikasi dengan
tujuan meningkatkan pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui kombinasi kedua perlakuan dengan berbagai taraf dari kinetin dan 2,4-D
yang tepat untuk menghasilkan hasil yang baik pada pertumbuhan anggrek Dendrobium
stockelbuschii.
Penelitian
dilaksanakan di Laboratorium Fisologi dan Bioteknologi Tumbuhan, Fakultas
Pertanian, Universitas Sebelas Maret Surakarta, pada bulan Februari – Juli
2024. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktorial dengan dua
faktor. Faktor pertama yaitu konsentrasi Kinetin (0; 0,5; 1; 1,5; dan 2 ppm)
dan faktor kedua yaitu konsentrasi 2,4-D (0; 0,5; 1; 1,5; dan ppm). terdapat 25
kombinasi perlakuan yang diulang sebanyak tiga kali sehingga terdapat total 75
satuan percobaan. Parameter yang diamati dalam penelitian yaitu waktu muncul
daun, jumlah daun, jumlah akar, tinggi tanaman, jumlah tunas, panjang akar, dan
berat segar. Analisis data penelitian menggunakan
analasis ragam taraf 5?ngan uji lanjut Duncan Multiple Range Test (DMRT).
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa aplikasi kinetin dan 2,4-D
memberikan pengaruh terhadap beberapa parameter pengamatan. Aplikasi kinetin
berpengaruh nyata jumlah akar dan tinggi tanaman. Aplikasi 2,4-D berpengaruh
nyata terhadap panjang akar. Interaksi kedua faktor tidak berpengaruh nyata
terhadap seluruh parameter.