Melon merupakan salah satu buah yang bernilai ekonomi tinggi dan
banyak digemari karena rasanya yang manis, namun pada tahun 2021 – 2023 produksinya menurun hingga 8,79?n
belum memenuhi rata-rata konsumsi melon di Indonesia. Perlu adanya
ekstensifikasi dengan memanfaatkan lahan marginal seperti pada lahan Ultisol
karena memiliki luas hingga 45.794.000 ha di Indonesia. Tanah Ultisol termasuk
dalam jenis tanah masam yang cenderung memiliki ketersediaan hara yang rendah
termasuk unsur hara Nitrogen akibat adanya proses pencucian yang intensif,
berwarna merah, dan toksik Al dan Fe. Apabila melon defisiensi Nitrogen akan
menyebabkan tanaman mengalami gejala penguningan khususnya pada daun dengan
gejala tanaman kerdil dan pertumbuhan daun terhambat. Hal ini perlu diatasi
dengan menggunakan kombinasi pemupukan, yaitu biofilm biofertilizer, dosis
pupuk kotoran sapi, dan dosis NPK. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji
pengaruh biofilm biofertilizer, dosis pupuk kotoran sapi, dan dosis NPK
serta mendapatkan kombinasi perlakuan yang memberikan hasil maksimum terhadap
kadar N-total tanah dan hasil melon pada tanah Ultisol. Percobaan menggunakan
rancangan acak kelompok lengkap faktorial (RAKLF), yang terdiri dari 3 faktor
yang berbeda dengan 27 kombinasi perlakuan dan 3 ulangan. Faktor I berupa
formula biofilm biofertilizer (F) (tanpa biofilm biofertilizer
(F0), formula 1 (F1), formula 2 (F2)). Faktor II berupa dosis pupuk kotoran
sapi (B) (0 ton/ha (B0), 40 ton/ha (B1), 80 ton/ha (B2)). Faktor III berupa
dosis NPK (dosis anjuran NPK 0% (P0), 50% (P1), 100% (P2)). Variabel yang
diamati yaitu pH, C-Organik, KTK, N-total, serapan N, populasi BPN, jumlah
daun, tinggi tanaman, berat brangkasan basah dan kering, berat buah, dan
tingkat kemanisan buah. Data di analisis statistik menggunakan uji F Analysis
of Variance (ANOVA) pada taraf kepercayaan 95?n dilanjutkan dengan Uji
Jarak Berganda Duncan (DMRT) jika terdapat pengaruh signifikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa peningkatan
dosis pupuk kotoran sapi hingga 80 ton/ha meningkatkan kadar N-total tanah
Ultisol dan tingkat kemanisan buah melon. Interaksi biofilm biofertilizer dengan
pupuk kotoran sapi dapat meningkatkan berat buah, dimana formula biofilm
biofertilizer F2 menghasilkan berat hingga 551,56 g. Kombinasi terbaik
untuk kadar N-total tanah adalah pupuk kotoran sapi 80 ton/ha tanpa pupuk NPK
dan biofilm biofertilizer. Untuk hasil melon, kombinasi perlakuan
tertinggi untuk berat buah adalah formula biofilm biofertilizer F2
dengan pupuk kotoran sapi 80 ton/ha tanpa pupuk NPK, sedangkan tingkat
kemanisan optimal dapat dicapai dengan pupuk kotoran sapi 40 ton/ha tanpa biofilm
biofertilizer dan pupuk NPK. Disarankan untuk melakukan penelitian lanjutan
pada lahan Ultisol secara langsung guna mengkaji lebih lanjut efektivitas biofilm
biofertilizer, dan pupuk kotoran sapi terhadap hasil tanaman melon.