Pertanian memegang peran penting dalam pembangunan ekonomi
Indonesia, terutama dalam memenuhi kebutuhan hidup masyarakat. Bawang
merah, khususnya varietas Bima, merupakan komoditas unggulan yang banyak
dibudidayakan di Kabupaten Brebes, Jawa Tengah. Meskipun produksi bawang
merah di Brebes tinggi, produktivitasnya menurun antara 2020 hingga 2023.
Penurunan ini disebabkan oleh faktor-faktor seperti kerusakan tanah, penggunaan
pupuk kimia berlebihan, serta cuaca yang tidak mendukung. Fluktuasi harga,
kebijakan pemerintah, dan persaingan dengan bawang impor juga memengaruhi
minat petani. Meski demikian, bawang merah tetap menjadi komoditas penting
yang mendukung ekonomi lokal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
faktor-faktor yang memengaruhi produksi bawang merah. Penelitian ini juga akan
mengevaluasi efisiensi penggunaan faktor produksi dan kondisi keuangan
usahatani bawang merah. Diharapkan hasil penelitian ini dapat berkontribusi pada
pengembangan kebijakan pertanian dan meningkatkan kesejahteraan petani.
Berdasarkan permasalahan tersebut, tujuan penelitian ini: 1. Menganalisis
faktor-faktor produksi yang memengaruhi produksi bawang merah, 2.
Menganalisis tingkat efisiensi teknis pada usahatani bawang merah dan 3.
Menganalisis kondisi pembiayaan, penerimaan, dan pendapatan produksi pada
usahatani bawang merah varietas Bima di Kabupaten Brebes. Sebanyak 60 petani
dipilih untuk dijadikan sampel dari keseluruhan masyarakat yang menanam
bawang merah di Kabupaten Brebes. Kecamatan yang dijadikan lokasi penelitian
yaitu Kecamatan Wanasari, Kecamatan Brebes, Kecamatan Bulakamba, dan
Kecamatan Larangan. Metode analisis yang digunakan untuk mengetahui faktor
produksi dan tingkat efisiensi teknis dilakukan menggunakan bantuan software
frontier 4.1, sedangkan untuk mengetahui uji r, uji t, uji f, dan uji asumsi klasik
menggunakan IBM SPSS Statistic 22.
Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa karakteristik petani bawang di
Kabupaten Brebes berada diusia produktif, pendidikan terakhir petani bawang
merah terbesar adalah tamatan SD. Rata-rata luas lahan garapan usahatani bawang
merah varietas Bima adalah sebesar 1,09 ha. Faktor-faktor produksi yang
berpengaruh secara nyata terhadap nilai efisiensi teknis usahatani bawang merah
yaitu luas lahan, bibit, pupuk urea, pupuk grower, pupuk ZA. Rata-rata efisiensi
teknis yang didapatkan oleh petani adalah 0,886 sehingga masih berpeluang untuk
meningkatkan efisiensi teknis sebanyak 0,114. Berdasarkan nilai tersebut bahwa
petani di Kabupaten Brebes sudah mencapai efisiensi teknis. Penerimaan
usahatani bawang merah varietas Bima Rp 216.131.297,70/Ha/MT, pendapatan
Rp117.950.029/Ha/MT, dan keuntungan Rp 105.165.219/Ha/MT.