Tanah Alfisols merupakan tanah yang memiliki beberapa faktor pembatas dalam kegiatan pertanian, seperti kemasaman tinggi, kandungan karbon organik yang rendah, dan status kesuburan yang rendah, namun banyak dimanfaatkan dalam pertanian. Pemanfaatan Alfisols salah satunya untuk budidaya kacang tanah banyak disertai dengan penambahan pupuk kimia dan pestisida untuk meningkatkan produktivitas. Penggunaan pupuk organik dan hayati perlu dilakukan untuk mengatasi kesuburan tanah yang rendah. Penelitian ini untuk mengkaji pengaruh sargassum, kompos jerami padi, serta pupuk hayati mikoriza dan Rhizobium terhadap nitrogen tanah, pertumbuhan dan serapan nitrogen tanaman kacang tanah, serta populasi bakteri penambat nitrogen (BPN) endofit dan rhizosfer tanaman kacang tanah. Jenis penelitian ini adalah pot experiment menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) Faktorial dengan 2 faktor yang terdiri dari faktor jenis pupuk (F0: tanpa pupuk, F1: pupuk kimia, F2: sargassum, F3: kompos jerami padi, F4: mikoriza, F5: inokulasi Rhizobium) dan faktor penggunaan pestisida karbofuran (P0 = tanpa karbofuran, P1 = dengan penambahan karbofuran). Terdapat 12 kombinasi perlakuan dengan 3 kali ulangan setiap perlakuan, sehingga terdapat 36 pot percobaan. Parameter karakteristik tanah yang diamati dalam penelitian ini terdiri dari pH aktual, karbon organik, bahan organik, nitrogen total, C/N rasio, dan Na+ dapat ditukar tanah. Parameter pertumbuhan dan serapan kacang tanah yang diamati terdiri dari tinggi tanaman, diameter batang, berat segar, berat kering, klorofil total, kadar nitrogen jaringan, serapan nitrogen, jumlah nodul, dan berat nodul. Isolasi dan perhitungan populasi BPN dilakukan dari bagian daun, akar, dan rhizosfer kacang tanah menggunakan media Yeast Extract Mannitol Agar (YEMA). Analisis data secara statistik dilakukan melalui uji Analysis of Variance, Duncan Multiple Range Test, dan Pearson’s Correlation. Hasil penelitian menunjukkan adanya pengaruh yang signifikan dari penambahan berbagai jenis pupuk, penggunaan pestisida karbofuran, dan kombinasinya terhadap parameter karakteristik tanah. Penambahan sargassum, kompos jerami padi, mikoriza, dan Rhizobium (F2-F5) tanpa penambahan karbofuran (P0) maupun dengan penambahan karbofuran (P1) menunjukkan efek peningkatan yang signifikan pada pH aktual, karbon organik, bahan organik, dan nitrogen total tanah, serta menunjukkan efek penurunan yang signifikan pada Na+ dapat ditukar dibandingkan dengan perlakuan kontrol. Perlakuan kombinasi inokulasi Rhizobium dan karbofuran (F5P1) memiliki peningkatan nitrogen total tanah tertinggi di antara seluruh kombinasi perlakuan, yakni sebesar 94?n diikuti perlakuan inokulasi Rhizobium tanpa penambahan karbofuran (F5P0) sebesar 84% dibandingkan perlakuan kontrol. Penambahan berbagai jenis pupuk, penggunaan pestisida karbofuran, dan kombinasinya juga menunjukkan pengaruh yang signifikan pada parameter pertumbuhan tanaman, kecuali pada variabel diameter batang dan jumlah nodul. Pertumbuhan kacang tanah tertinggi didapatkan dari perlakuan F5P0 yang menunjukkan hasil tertinggi pada variabel berat kering, berat segar, kadar nitrogen jaringan, serapan nitrogen, dan berat nodul, serta level tertinggi kedua pada variabel klorofil total daun dan level ketiga pada variabel tinggi tanaman. Populasi BPN pada rhizosfer ditemukan memiliki kelimpahan yang lebih tinggi dibandingkan dengan endofit akar dan daun, pada seluruh kombinasi perlakuan. Populasi BPN tertinggi pada rhizosfer dan akar ditemukan pada perlakuan F5P0, sedangkan pada daun ditemukan pada perlakuan F3P0.