ABSTRAK AZMARDI, S. 330908001, 2010. Implementasi Undang-Undang Nomor 5Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati danEkosistemnya Dalam Menanggulangi Perbuatan Yang DapatMengakibatkan Perubahan Terhadap Keutuhan Kawasan Suaka Alam danKawasan Pelestarian Alam Di Balai Konservasi Sumber Daya AlamKalimantan BaratTesis : Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret SurakartaPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis ImplementasiUU No. 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati danekosistemnya dalam menanggulangi perbuatan yang dapat mengakibatkanperubahan terhadap keutuhan kawasan suaka alam dan kawasan pelestarian alamKalimantan Barat.Jenis penelitian dalam tesis ini adalah penelitian yuridis empiris atau nondoktrinal,berdasarkan konsep hukum yang kelima. Bentuk penelitian yangdigunakan adalah diagnostik dengan analisis data menggunakan analisis kualitatif.Berdasarkan deskripsi hasil penelitian dan pembahasan, disimpulan bahwaImplementasi UU No. 5 tahun 1990 di Balai KSDA Kalbar saat ini belum berjalanmaksimal. Faktor-faktor yang mempengaruhinya antara lain : 1) Masihterdapatnya kelemahan dalam UU No. 5 tahun 1990 baik secara kualitatif maupunkuantitatif; 2) Faktor penegak hukum, yaitu masih terdapatnya kekurangan baiksecara kualitas maupun kuantitas penegak hukum di Balai KSDA Kalbar; 3)Kurangnya sarana dan prasarana pendukung dalam kegiatan perlindungan hutan;4) Faktor masyarakat, yaitu masih rendahnya tingkat pendidikan dan taraf hidupmasyarakat disekitar KSA-KPA; dan 5) Faktor Kebudayaan, yaitu adanyaperubahan pola kehidupan dalam masyarakat menjadi lebih konsumtif sertaberkembangnya perilaku anarkis. Upaya yang seharusnya dilakukan dalammengatasi perbuatan yang dapat mengakibatkan perubahan terhadap keutuhanKSA-KPA adalah Balai KSDA harus memperbaiki data base yang dimilikinya,melakukan kegiatan-kegiatan yang tepat sasaran (skala prioritas), melakukanperubahan pola penggunaan anggaran melakukan pendekatan yang intensifkepada pemerintah daerah, aparat penegak hukum lainnya, tokoh-tokohmasyarakat disekitar KSA-KPASebagai implikasinya, dengan belum maksimalnya Implementasi UU No.5tahun 1990, adalah akan mengakibatkan terjadinya degradasi (kerusakan) padaKSA-KPA, hilangnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah danaparat penegak hukum serta oleh dunia, Indonesia akan tetap dianggap sebagainegara yang tidak pernah serius (konsisten) dalam mengelola sertamempertahankan kawasan konservasi yang dimilikinya. Oleh karena itudisarankan agar pemerintah dalam hal ini Balai KSDA Kalbar lebihmeningkatkan intensitas sosialisasi/penyuluhan kepada masyarakat khususnyadisekitar KSA-KPA serta melakukan pendekatan (koordinasi) yang lebih intensifdengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum lainnya, adanyakeseimbangan antara pendekatan preventif dengan pendekatan represif danmeningkatkan kualitas dan kuantitas aparat penegak hukum serta sarana ataufasilitas yang mendukung penegakan hukumdi Balai KSDA Kalbar.Kata kunci : Implementasi Undang-Undang, Perbuatan Yang DapatMengakibatkan Perubahan, Kawasan Suaka Alam dan Kawasan PelestarianAlam. ABSTRACTAZMARDI, S 330908001, 2010. The Implementation of the Law RegulationNumber 5 the Year of 1990 o n the Conservation of the Natural Resource andits Ecosystem in Overcoming the Conducts that Can Bring the Change to theWholeness of the Wildlife Reserve Region and Nature Conservation Regionin the West Kalimantan Natural Resources Center.Thesis: Graduate Program Sebelas Maret UniversityThis research had a purpose to know and to analyze the implementation ofthe Law Regulation Number 5 the Year of 1990 o n the conservation of the naturalresource and its ecosystem in overcoming the conducts that can bring the changeto the wholeness of the wildlife reserve region and nature conservation Region(KSA-KPA) in the West Kalimantan.The type of this research was a juridical-empirical research or a nondoctrinal research, based o n the fifth law concept. It is a diagnostic research, usingqualitative analysis to analyze the data.Based o n the description of the research result and its assessment, it wasconcluded that at present the implementation of the Law Number 5 the Year of1990 in the West Kalimantan Natural Resources Center has not been executed inmaximum. The efforts that had been executed to overcome the conducts whichcan bring the change to the wholeness of KSA-KPA include preventive andrepressive activities. Some affecting factors are: 1) the factor of the regulationitself (the law), there is still weakness in the formulation of the Law number 5 theyear of 1990; 2) the factor of law enforcement officer, the number of the forestrangers were not in keeping with the extent of the KSA-KPA; 3) the factor ofmeans and infrastructure, there is a lack of budget and the supporting means toprotect the forest; 4) the factor of the society, the levels of education and standardof living of the community around the forest (KSA-KPA) were still low; and 5)the factor of culture, there is a change in the community living pattern, in whichthey become more consumptive and there is a development of anarchic behavior.As its implication, the weak implementation of the Law Number 5 the Yearof 1990 will cause the forest (KSA-KPA) degradation, the government and thelaw enforcement officers will lose the society’s and the world’s trusts, andIndonesia will be thought of as inconsistent country in managing and protectingits conservation area. Therefore, it is suggested that the government, in particularthe West Kalimantan Natural Resources Center increases thesocialization/elucidation to the community especially those around thereserve/conservation (KSA-KPA), intensifies the coordination with the localgovernment and other law enforcement bodies, balances the preventive andrepressive approaches, and improves the quality and the quantity of the lawenforcement officers, means, and facilities which support the law enforcement inWest Kalimantan Natural Resources Center.Key Words: Law Implementation, the conducts which cause the change, theWildlife Reserve Region and Nature Conservation Region