Penulis Utama : Tanjung Dewi Anniasari
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H.0105032
Tahun : 2010
Judul : Kajian penggunaan ba dan naa untuk merangsang pembentukan tunas lengkeng dataran rendah (dimocarpus longan lour) secara in vitro
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2010
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Pertanian Jur. Agronomi-H.0105032-2010
Subyek : TUNAS LENGKENG
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh kombinasi konsentrasi zat pengatur tumbuh yang tepat dalam merangsang pembentukan tunas lengkeng dataran rendah. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Oktober 2009 sampai Januari 2010, di Laboratorium Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari dua faktor perlakuan yang disusun secara faktorial. Faktor perlakuan pertama adalah konsentasi BA yang terdiri dari empat taraf perlakuan yaitu tanpa BA, 0,5 ppm, 1 ppm, 2 ppm, dan 3 ppm. Faktor perlakuan kedua adalah konsentrasi NAA yang terdiri dari empat taraf perlakuan yaitu tanpa NAA, 0,5 ppm, 1 ppm, 2 ppm, dan 3 ppm. Data kemudian dianalisis secara deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kombinasi konsentrasi BA 2 ppm dan NAA 1 ppm memberikan hasil terbaik pada variabel tekstur kalus, warna kalus, dan ukuran kalus. Semua kombinasi perlakuan belum mampu merangsang pembentukan tunas lengkeng dataran rendah (Dimocarpus longan Lour). Kata kunci : BA, in vitro, Lengkeng (Dimocarpus longan Lour), NAA ABSTRACT This research was aimed to find out the combination of the exact concentration from the plant growing regulator on stimulating the shoot formation of longan. This research was done on October 2009 until January 2010 in the Biotechnology Laboratory of Agriculture Faculty, Sebelas Maret University, Surakarta. This research used Completely Randomize Design which consisted of two factors were arranged by factorial. First factor was the BA concentration consisted of: without BA, 0,5 ppm, 1 ppm, 2 ppm, and 3 ppm. Second factor was the NAA concentrations which consisted of four levels: without NAA, 0,5 ppm, 1 ppm, 2 ppm, and 3 ppm. Then, the data was analyzed descriptively. The result showed that the combination of BA concentration 2 ppm concentration and NAA concentration 1 ppm gave the best result at the callus texture, callus color, and callus size. All treatments have not been able to stimulate the shoot formation of longan (Dimocarpus longan Lour). Keywords : BA, in vitro, Longan (Dimocarpus longan Lour), NAA
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
tanjung dewi a..pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Retno Bandriyati A.P., MSi.
2. Ir. Endang Setia M., MSi.
Catatan Umum : 1613/2010
Fakultas : Fak. Pertanian