Robbi Rizqi Nugroho. K7121250. Pembimbing: Drs. Wahyudi, M.Pd. IMPLEMENTASI MODEL SCIENTIFIC GROUP INQUIRY LEARNING (SGIL) DENGAN MEDIA KONKRET UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS DAN HASIL BELAJAR IPAS TENTANG RAGAM BUDAYA INDONESIA PADA SISWA KELAS IV SDN 6 PANJER TAHUN 2024/2025. Skripsi, Surakarta: Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Maret 2025. Tujuan penelitian ini, yaitu: (1) menganalisis implementasi model SGIL dengan media konkret; (2) meningkatkan keterampilan berpikir kritis dalam pembelajaran IPAS; (3) meningkatkan hasil belajar IPAS tentang ragam budaya Indonesia melalui implementasi model SGIL dengan media konkret; (4) menguraikan kendala dan solusi dalam implementasi model SGIL dengan media konkret.Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas kolaboratif dengan subjek penelitian ini yaitu guru dan siswa kelas IV SDN 6 Panjer. Data yang digunakan yaitu data kualitatif dan kuantitatif yang bersumber dari guru dan siswa. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, tes, dan wawancara. Uji validitas data menggunakan teknik triangulasi teknik dan triangulasi sumber. Analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) langkah-langkah model SGIL dengan media konkret, yaitu: (a) orientasi dan stimulus, (b) prosedur perencanaan dan pengenalan media konkret, (c) pelaksanaan dengan media konkret, (d) eksplorasi dan pengumpulan data dengan media konkret, (e) analisis hasil, dan (f) komunikasi hasil; (2) implementasi model SGIL dengan media konkret dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa dengan capaian ketuntasan siklus I= 64,71%, siklus II= 76,46%, siklus III= 88,24%; (3) implementasi model SGIL dengan media konkret dapat meningkatkan hasil belajar IPAS tentang Ragam Budaya Indonesia dengan capaian ketuntasan siklus I= 82,35%, siklus II= 88,24%, siklus III= 94,12%; (4) kendala yang ditemukan, yaitu: (a) kelas kurang kondusif, (b) siswa ragu dengan pendapatnya, (c) kesadaran siswa kurang untuk terlibat dalam kegiatan kelompok, (d) sulit mencari siswa untuk dilibatkan dalam penggunaan media, (e) kelompok kurang tertib saat presentasi, (f) siswa belum memahami materi, dan solusinya, yaitu: (a) guru melakukan ice breaking, (b) guru memberi pertanyaan pemancing, (c) guru memantau keterlibatan siswa, (d) guru memberi undian giliran keterlibatan siswa, (e) guru memberi kuis untuk menentukan urutan, (f) guru menanyakan pemahaman materi kepada siswa. Simpulan dari penelitian ini yaitu implementasi model SGIL dengan media konkret dapat meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan hasil belajar IPAS tentang Ragam Budaya Indonesia pada siswa Kelas IV SDN 6 Panjer Tahun 2024/2025.