Keberhasilan beternak sapi potong dapat dilihat dari bobot badan akhir
ketika siap akan dipotong. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi
dan membandingkan terkait estimasi bobot badan menggunakan dimensi ukuran
tubuh dan body condition score (BCS) sapi siap potong berbagai bangsa yang ada
di Pasar Hewan Jelok, Kabupaten Boyolali. Metode penelitian yang dilakukan
adalah metode eksplorasi. Teknik penentuan lokasi dan sampel menggunakan
metode purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan alat mistar
ukur dan animeter untuk pengukuran dimensi tubuh sapi. Variabel yang diamati
memuat tinggi badan, panjang badan, lingkar dada, body condition score (BCS),
dan estimasi bobot badan (EBB). Analisis data yang digunakan adalah Analisis of
variance (ANOVA) dan apabila terdapat perbedaan maka diuji lanjut menggunakan
uji duncan’s multiple range test (DMRT). Hasil analisis menunjukkan bahwa sapi
peranakan Simmental memiliki nilai rata-rata panjang badan, tinggi badan, lingkar
dada, BCS, dan EBB secara berturut-turut yakni 157,1±8,5 cm, 129,9±6,5 cm,
203,5±14 cm, 4,2±0,5, dan 656,8±120,4 kg. Sapi peranakan Limousin memiliki
nilai rata-rata dari panjang badan, tinggi badan, lingkar dada, BCS, dan EBB secara
berturut-turut yakni 153,3±8,8 cm, 127,7±6,2 cm, 196,8±10,9 cm, 4,21±0,5, dan
597,4±88,4 kg. Sapi peranakan Friesian Holstein memiliki nilai rata-rata dari
panjang badan, tinggi badan, lingkar dada, BCS, dan EBB secara berturut-turut
yakni 152,1±10,2 cm, 132,9±7,1 cm, 193±14,8 cm, 3,2±0,4, dan 575,9±104,5 kg.
Berdasarkan hasil pembahasan dapat disimpulkan nilai rerata dimensi tubuh, EBB,
dan BCS sapi siap potong berbagai bangsa di Pasar Hewan Jelok Boyolali tertinggi
pada bangsa peranakan Simmental.