Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan langkah-langkah
pembelajaran yang diterapkan dalam upaya meningkatkan kemampuan berpikir
kritis siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Manajemen Perkantoran dan Layanan
Bisnis kelas X MPLB SMK Wikarya Karanganyar melalui penerapan model
pembelajaran Problem Based Learning (PBL) dan (2) mengetahui apakah
penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dapat meningkatkan
kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran Dasar-Dasar Manajemen
Perkantoran dan Layanan Bisnis kelas X MPLB SMK Wikarya Karanganyar .
Penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan
sebanyak 2 siklus, setiap siklus terdiri dari perencanaan, pelaksanaan tindakan,
pengamatan dan pengumpulan data, serta refleksi. Subjek penelitian ini adalah
siswa kelas X MPLB SMK Wikarya Karanganyar yang berjumlah 31 siswa.
Sumber data yang digunakan peneliti berasal dari guru dan peneliti berupa
dokumen. Teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan tes.
Validitas data menggunakan uji validitas kualitatif dengan teknik triangulasi
sumber dan uji validitas soal dengan expert judgment. Analisis data menggunakan
analisis data kualitatif deskriptif kuantitatif.
Penerapan model pembelajaran Problem Based Learning dalam upaya
meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa dilakukan dengan langkah-langkah
Problem Based Learning yaitu orientasi siswa kepada masalah, mengorganisir
siswa untuk belajar, membimbing penyelidikan individual atau kelompok,
mengembangkan dan menyajikan hasil karya, dan menganalisis dan mengevaluaasi
proses pemecahan masalah. Penerapan pembelajaran dengan model pembelajaran
Problem Based Learning yang telah dilaksanakan dalam 2 siklus dapat
meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil
setiap siklusnya, siklus I pertemuan pertama meningkat menjadi 10 siswa (32,25%),
siklus I pertemuan kedua meningkat menjadi 13 siswa (41,93%), siklus II
pertemuan pertama meningkat menjadi 18 siswa (58,06%), dan pada siklus II
pertemuan kedua meningkat menjadi 24 siswa (77,41%). Peningkatan hasil
penilaian pengetahuan siswa tersebut menandakan bahwa model pembelajaran
Problem Based Learning (PBL) berhasil dalam meningkatkan kemampuan berpikir
kritis siswa.