Penyakit telinga, seperti otitis media, merupakan gangguan kesehatan yang dapat
berdampak serius pada kualitas hidup seseorang apabila tidak ditangani secara
cepat dan dini. Di Indonesia, pemeriksaan telinga masih bergantung pada metode
konvensional menggunakan otoskop secara manual tanpa dukungan kecerdasan
buatan (AI), yang rentan terhadap kesalahan diagnosis akibat subjektivitas
pengamatan, keterbatasan visualisasi, dan transparansi data rekam medis.
Untuk menjawab permasalahan tersebut, penelitian ini mengembangkan prototipe
perangkat keras dan infrastruktur server sebagai bagian dari sistem diagnosis dini
penyakit telinga berbasis deep learning yang terintegrasi dengan teknologi
Internet of Things (IoT). Prototipe ini menggunakan kamera endoskopi untuk
merekam citra saluran telinga secara real-time dengan di proses menggunakan
model deep learning untuk mengklasifikasikan berbagai kondisi telinga,
kemudian mengirimkan data tersebut ke server untuk kemudian ditampilkan ke
website yang dapat diakses oleh dokter maupun pasien sebagai wadah
transparansi data rekam medis.
Berdasarkan pengujian, sistem mampu menjalankan inferensi model langsung di
Raspberry Pi dan mengirimkan hasilnya ke server. Rata-rata waktu deteksi
berkisar antara 124-392 detik, dengan waktu pengiriman 18-40 detik untuk durasi
video 5-20 detik. Hasil ini menunjukkan bahwa sistem dapat beroperasi secara
efisien dan andal. Integrasi perangkat keras, AI, server, dan antarmuka web ini
memberikan solusi holistik terhadap diagnosis berbasis citra serta mendukung
transformasi digital dalam layanan kesehatan, khususnya THT.Melalui integrasi
perangkat keras, kecerdasan buatan, infrastruktur server, dan website manajemen
rekam medis, sistem ini mengadirkan pendekatan holistik terhadap otomasi
diagnosis medis berbasis citra, serta menjadi langkah awal menuju transformasi
digital di bidang medis khususnya bidang Telinga, Hidung, dan Tenggorokan
(THT) berbasis teknologi cerdas.