Penulis Utama : Chinta Alayda Putri
NIM / NIP : I0121036
× <p class="MsoNormal" xss=removed><span xss=removed>Beton memadat mandiri merupakan inovasi beton yang mampu mengalir dan memadat sendiri tanpa bantuan getaran, sehingga cocok untuk struktur bertulangan rapat. Tantangan utama dalam penerapannya adalah durabilitas terhadap susut kering dan karbonasi yang dapat menyebabkan retak serta mempercepat korosi tulangan. Penggunaan bahan tambahan seperti abu batu dan <i>silica fume</i> dipertimbangkan karena kemampuannya dalam meningkatkan kepadatan beton dan memperkuat struktur mikro.</span><span xss=removed><o></o></span></p><p class="MsoNormal" xss=removed><span xss=removed>Penelitian ini dilakukan secara eksperimental untuk mengkaji pengaruh penambahan <i>silica fume</i> 9% sebagai substitusi semen, serta abu batu dengan variasi kadar 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, dan 12,5% sebagai substitusi agregat halus. Pengujian susut dilakukan pada benda uji balok 10×10×30 cm menggunakan <i>demec gauge</i> dari umur 1 hingga 28 hari, sedangkan uji karbonasi dilakukan pada benda uji silinder dengan diameter 7,5 cm dan tinggi 15 cm yang direndam dalam larutan karbonat 4?n diuji pada umur 14 dan 28 hari menggunakan indikator <i>phenolphthalein</i>.<o></o></span></p><p class="my-0" xss=removed><span xss=removed>Hasil menunjukkan bahwa seluruh campuran memenuhi kriteria beton memadat mandiri. Nilai susut kering pada umur 28 hari untuk variasi abu batu 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, dan 12,5?rturut-turut sebesar 388, 343, 295, 267, 320, dan 360 (</span>μɛ<span xss=removed>). Sementara itu, prediksi susut umur 1000 hari masing-masing sebesar <a name="_Hlk201620989">1117,48; 987,63; 849,24; 767,73; 921,28; dan 1050,18</a> (</span>μɛ<span xss=removed>). Kedalaman karbonasi pada umur 14 hari <a name="_Hlk201621030">untuk variasi abu batu 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, dan 12,5% masing-masing sebesar </a><a name="_Hlk203819078">6,83; 4,10; 2; 1,07; 3; dan 5,5 </a>(mm), sedangkan pada umur 28 hari masing-masing sebesar <a name="_Hlk203819048">7,97; 5,17; 3,17; 2,10; 4,17; dan 6,67 </a>(mm). Koefisien karbonasi untuk variasi abu batu 0%, 2,5%, 5%, 7,5%, 10%, dan 12,5?rturut-turut adalah <a name="_Hlk203819021">3,18; 1,98; 1,08; 0,65; 1,52; dan 2,61 </a>mm/tahun½. Variasi abu batu 7,5% memberikan hasil paling maksimal, dengan nilai susut dan karbonasi paling rendah dibandingkan beton tanpa abu batu.</span></p>
×
Penulis Utama : Chinta Alayda Putri
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I0121036
Tahun : 2025
Judul : Kajian Susut Kering dan Karbonasi pada Beton Memadat Mandiri dengan Silica Fume 9% Sebagai Substitusi Semen dan Variasi Abu Batu Sebagai Substitusi Agregat Halus
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Teknik - 2025
Program Studi : S-1 Teknik Sipil
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : abu batu, beton memadat mandiri, karbonasi, silica fume, susut kering
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. Wibowo, S.T., DEA.
2. Dr. Ir. Endah Safitri, S.T., M.T.
Penguji : 1. Dr. Ir. Agus Setiya Budi, S.T., M.T.
2. Ir. Setiono, S.T., M.Sc.
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Teknik
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.