Elemen-elemen Parateks dalam Novel Anak Genderang Perang dari Wamena (1974) dan Tifa Tua (2014) Karya Djokolelono sebagai Simbol Gagasan Ideologis Penerbit
Penulis Utama
:
Dinda Tri Puspita Sari
NIM / NIP
:
B0221021
×<p dir="ltr" xss=removed><span xss=removed>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan wujud dan fungsi parateks yang terdapat dalam novel anak<i> </i></span><span xss=removed><font color="#000000" xss=removed><i>Genderang Perang dari</i></font></span><span xss=removed><i> Wamena</i> (1974) dan <i>Tifa Tua </i>(2014) karya Djokolelono, serta mengungkapkan gagasan ideologis penerbit kedua novel tersebut, yaitu Pustaka Jaya dan Kiddo. Dalam hal ini parateks dipilih karena fungsinya yang dapat mengontrol interpretasi pembaca. Parateks ini muncul dari proses penerbitan sebuah buku. Metode yang digunakan dalam penelitian adalah kualitatif yang bersifat deskriptif, dengan menggunakan pendekatan teori parateks oleh Gerard Genette. </span></p><p dir="ltr" xss=removed><span xss=removed><br></span></p><p dir="ltr" xss=removed><span xss=removed>Terdapat beberapa hasil penelitian. Pertama, <i>Genderang Perang dari Wamena</i> (1974) dan <i>Tifa Tua </i>(2014) memiliki wujud parateks yang berbeda, dikarenakan juga diterbitkan dari dua zaman yang jauh berbeda serta dari penerbit yang berbeda pula. Kedua, ideologi teks dan suara penerbit tercermin dari parateks yang dihadirkan dalam kedua novel. Pustaka Jaya yang menerbitkan <i>Genderang</i> <i>Perang dari Wamena</i> (1974) cenderung mengangkat kepentingan adat dan kebudayaan, terkhusus budaya Papua. Terlihat dari parateks berupa gambar sampul dan ilustrasi isinya. Sementara itu, pada <i>Tifa Tua</i> (2014), penerbit Kiddo memunculkan wujud-wujud parateksnya dengan tujuan kapitalisasi atau promosi yang dapat menarik pembaca anak maupun konsumen orang tua yang semakin banyak. Wujud parateks yang menunjukkan hal tersebut adalah adanya halaman berisi buku seri serupa, identitas penerbit pada sampul depan dan belakang, dan ilustrasi sampul dan isi. Berbeda dengan Pustaka Jaya yang tidak terlalu mempertimbangkan keberadaan parateks sebagai alat promosi.</span></p>
×
Penulis Utama
:
Dinda Tri Puspita Sari
Penulis Tambahan
:
-
NIM / NIP
:
B0221021
Tahun
:
2025
Judul
:
Elemen-elemen Parateks dalam Novel Anak Genderang Perang dari Wamena (1974) dan Tifa Tua (2014) Karya Djokolelono sebagai Simbol Gagasan Ideologis Penerbit
Edisi
:
Imprint
:
Surakarta - Fak. Ilmu Budaya - 2025
Program Studi
:
S-1 Sastra Indonesia
Kolasi
:
Sumber
:
Kata Kunci
:
Parateks, Sastra anak, Ideologi penerbit
Jenis Dokumen
:
Skripsi
ISSN
:
ISBN
:
Link DOI / Jurnal
:
-
Status
:
Public
Pembimbing
:
1. Drs. Albertus Prasojo, M. Sn.
Penguji
:
1. Asep Yudha Wirajaya, S.S., M.A. 2. Bagus Kurniawan, S.S., M.A.
Catatan Umum
:
Fakultas
:
Fak. Ilmu Budaya
×
Halaman Awal
:
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover
:
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I
:
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II
:
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III
:
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV
:
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V
:
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan
:
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka
:
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran
:
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.