Lahan tegalan
merupakan jenis lahan kering yang dimanfaatkan secara intensif untuk kegiatan
pertanian, sehingga berpotensi menurunkan kualitas kesehatan fisika tanah. Pada
daerah lereng gunung, lahan tegalan memiliki tingkat kerawanan erosi yang lebih
tinggi. Kondisi ini memerlukan kajian mendalam mengenai kesehatan fisika tanah
agar dapat dirumuskan strategi pengelolaan lahan yang sesuai untuk mencegah
degradasi lebih lanjut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui status dan
faktor penentu kesehatan fisika tanah pada lereng barat Gunung Lawu, serta
rekomendasi pengelolaan lahan yang tepat untuk meningkatkan kesehatan fisika
tanah. Penelitian menggunakan metode deskriptif eksploratif dengan pendekatan
survey lapangan. Pengambilan sampel melalui metode purposive sampling yang
didasarkan pada Satuan Peta Lahan (SPL) yang diperoleh berjumlah. didapatkan 25
SPL dengan 3 ulangan. Indikator kesehatan fisika tanah yang digunakan yaitu
kadar air, tekstur, permeabilitas, bobot volume, kedalaman efektif, porositas
dan retensi air. Hasil petelitian menunjukkan bahwa status kesehatan fisika
tanah yaitu berstatus sangat sehat dan sehat. Kesehatan fisika tanah berbeda
beda pada tiap kemiringan lereng. Nilai rara rata kesehatan fisika tanah paling
tinggi terdapat pada kemiringan 0-8% yaitu 78,10 dan paling rendah terdapat
pada kemiringan lereng >45% yaitu 71,91.
Indikator yang menjadi penentu kesehatan fisika adalah tekstur, bobot
volume, porositas, dan retensi air. Rekomendasi pengelolaan lahan yaitu dengan
membuat terasering pada kemiringan lereng yang curam, memberi tanaman penutup
atau cover crop, dan pemberian bahan organik.