Tanaman Padi (Oryza sativa L.) merupakan tanaman penghasil kebutuhan pokok manusia. Populasi manusia yang terus meningkat harus diimbangi dengan peningkatan produksi padi. Indonesia mengalami penurunan produksi padi pada tahun 2023 karena cuaca ekstrem, penurunan luas lahan, dan kesulitan akses pupuk. Padi dapat ditanam pada kondisi lahan yang memiliki ketersediaan air sedikit, yaitu padi gogo. Padi gogo merupakan jenis padi yang toleran terhadap lahan dengan ketersediaan air yang sedikit. Kekeringan dapat menyebabkan tanaman mengalami stress atau cekaman kekeringan. Selain ketersediaan air yang terbatas, ketersedian hara untuk tanaman juga menjadi kendala yang perlu diselesaikan, dengan cara pemberian pemupukan yang sesuai dengan kebutuhan tanaman. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui intensitas pengairan dan dosis pupuk nitrogen yang lebih baik untuk pertumbuhan dan hasil padi gogo. Penelitian dilaksanakan pada bulan Desember - April 2025 yang berlokasi di Screen house Laboratorium Pertanian UNS Jumantono, Desa Sukosari, Kecamatan Jumantono, Kabupaten Karanganyar, Provinsi Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL) Faktorial. Faktor pertama yaitu intensitas pengairan dengan 4 taraf yaitu 1, 2, 3, 4 hari sekali pengairan. Faktor kedua yaitu dosis pupuk nitrogen 0, 100, 200, 300 kg/ha. Terdapat 16 kombinasi perlakuan dengan 3 kelompok, sehingga mendapatkan 48 satuan percobaan. Variabel yang diamati meliputi suhu, kelembapan udara, intensitas cahaya, analisis tanah awal, tinggi tanaman, jumlah daun, jumlah anakan, luas daun, bobot segar brangkasan, bobot kering brangkasan, bobot gabah kering panen per rumpun, bobot gabah kering giling per rumpun, bobot 1000 biji per rumpun, jumlah malai per rumpun, dan jumlah gabah per rumpun. Data hasil pengamatan dianalisis menggunakan analisis ragam taraf 1?n 5% yang dilanjutkan dengan uji Duncan's Multiple Range Test (DMRT) 5%. Tidak ditemukan adanya interaksi antara intensitas pengairan dengan dosis pupuk nitrogen terhadap pertumbuhan dan hasil padi gogo. Pemberian intensitas pengairan hanya memengaruhi variabel tinggi tanaman dan jumlah gabah. Pemberian dosis pupuk nitrogen memengaruhi seluruh variabel kecuali berat 1000 biji per rumpun. Intensitas pengairan 2 hari sekali belum menurunkan tinggi tanaman dan jumlah gabah. Dosis pupuk nitrogen 200 kg/ha belum menurunkan seluruh varibel pengamatan kecuali berat 1000 biji per rumpun.