Penulis Utama : Rahesli Humsona
NIM / NIP : T631902004
×

Tujuan penelitian ini adalah: (1) Mengetahui refleksivitas stakeholder CSR PT TWC Borobudur untuk merespons krisis pandemi COVID-19 dengan mengidentifikasi pemikiran, sikap dan tindakan mereka; (2) Menggambarkan CSR PT TWC Borobudur untuk mengembangkan safe tourism melalui stakeholder engagement dalam proses perumusan tujuan, strategi dan operasinya, ruang lingkup kegiatan,  unit organisasi, dan jangka waktu kegiatan; (3) Menyusun rumusan model refleksivitas stakeholder CSR  untuk mengembangkan safe tourism melalui stakeholder engagement. Teori utama menggunakan teori refleksivitas dari Beck, serta teori pemberdayaan masyarakat dan stakeholder engagement. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penentuan informan menggunakan purposive sampling, yang terdiri dari manajemen dan karyawan CSR PT TWC Borobudur, pemimpin formal dan informal, pengurus dan karyawan Balkondes, Pengurus Bumdes, pelaku wisata, warga masyarakat dan wisatawan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertama, ada variasi pemikiran tentang efek penularan COVID-19 dari segi kesehatan dan ekonomi. Pada umumnya dari segi kesehatan mereka khawatir tertular, diri sendiri atau keluarga sakit, bahkan meninggal. Dari segi ekonomi tidak bisa bekerja, turunnya pendapatan atau bahkan tidak memiliki pendapatan.  Begitupun dalam sikap stakeholder terhadap protokol kesehatan. Untuk aturan mengukur suhu tubuh, mencuci tangan pada umumnya setuju meski membutuhkan waktu untuk pembiasaan. Sementara untuk  menjaga jarak, ada yang tidak setuju karena tidak semua pekerjaan dapat dilakukan jika ada aturan ini. Mereka khawatir akan kehilangan pekerjaan. Untuk vaksinasi ada yang merasa takut karena menerima informasi yang salah mengenai vaksin. Misalnya informasi bahwa vaksin akan menurunkan daya tahan tubuh, Variasi juga terdapat dalam tindakan stakeholder berkaitan dengan kegiatan CSR untuk pengembangan safe tourism. Untuk pengukuran suhu tubuh dan cuci tangan dilakukan dengan suka rela. Namun untuk vaksinasi ada yang tidak bersedia karena takut. Namun pada akhirnya ikut di tahap akhir karena kesertaan mengikuti vaksinasi menjadi syarat untuk melakukan berbagai aktivitas di luar rumah. Kedua, pengembangan safe tourism melalui stakeholder enggagement dilakukan dengan input strategi, metode enggagement, dan  output stakeholder enggagement. Input strategi dibangun dari elemen: strategi interaksi, penerapan strategi enggagement, dan strategi integrasi. Strategi interaksi untuk mengkomunikasikan rinciankegiatan dalam program CSR kepada stakeholder. Strategi engagement untuk mencari masukan terbaik dari stakeholder berupa pemikiran, komentar, dan saran melalui berbagai saluran. Strategi integrasi mencerminkan kesediaan perusahaan untuk mendorong partisipasi aktif dari  stakeholder dan menerima masukan dalam pengambilan keputusan.Implementasi yang merupakan bagian dari enggagement dibangun dari minat stakeholder  terhadap komunikasi organisasi yang diperoleh pada Langkah 3. Selain input strategi,  metode enggagement diperhatikan karena akan mempengaruhi output stakeholder enggagement.  Metode komunikasi dua arah lebih banyak digunakan dalam tahap implementasi disesuaikan dengan karakter stakeholder. PT TWC Borobudur mengkomunikasikan rincian kegiatan, hambatan yang muncul dan mencari masukan dari stakeholder untuk mengatasi hambatan. Pada akhirnya kegiatan mulai dari sosialisasi bahaya penyebaran COVID-19 hingga penyelenggaraan vaksinasi dapat dilaksanakan. Outcome dari stakeholder enggagement adalah mencapai salah satu dari tiga hasil, yaitu kontrol, kolaborasi, atau penentuan bersama. Outcome dari proses stakeolder engagement CSR PT TWC Borobudur adalah kontrol teradap penularan COVID-19. PT TWC Borobudur mampu menyiapkan diri ketika TWCB dibuka kembali untuk wisatawan. Ketiga, model refleksivitas stakeholder CSR untuk mengembangkan safe tourism. Ketiga, rumusan model refleksivitas stakeholder CSR PT TWC Borobudur dalam mengembangkan safe tourism dibangun secara komprehensif dengan melihat kondisi sosial dan kesehatan masyarakat. Dari penelitian ini dapat dikemukakan bahwa refleksivitas akan muncul melalui proses pemikiran, sikap dan tindakan dalam diri seseorang ketika menghadapi bencana. Namun proses munculnya tindakan tidak hanya melalui modal positif, tetapi juga negatif seperti konflik dan perbedaan kepentingan. Dalam konteks penerapan CSR, bahwa adanya konflik yang berkepanjangan telah menghambat hubungan masyarakat dan perusahaan. Bisa dipahami bahwa bentuk kegiatan CSR yang dilakukan lebih banyak berbentuk charity/filantropi daripada pemberdayaan. Oleh karena itu, penelitian ini menawarkan untuk memasukkan aspek konflik dalam teori refleksivitas untuk memahami stakeholder CSR ketika menghadapi bencana. Novelty (kebaruan)  penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) Isu penelitian ini difokuskan pada refleksivitas stakeholder CSR dalam menghadapi krisis pandemi COVID-19. Perusahaan maupun masyarakat menghadapi risiko yang sama. Di tengah tekanan berkurangnya pengunjung wisata, perusahaan harus bisa bertahan sekaligus menjalankan CSR. PT TWC  merupakan perusahaan yang sudah menghasilkan profit yang besar dan sering mendapatkan penghargaan, namun angka kemiskinan penduduk Desa Borobudur termasuk tinggi. Empirical gap ini yang menjadi kebaruan isu penelitian ini. 2) Penelitian ini menggunakan teori masyarakat risiko dari Ulrich Beck, yang belum banyak digunakan dalam penelitian dengan tema CSR. Bahwa modernisasi menghasilkan risiko, namun juga refleksivitas sebagai respons dalam menghadapi risiko. Sejauh runutan peneliti, teori ini tidak menyediakan penjelasan tentang proses munculnya respons. Penelitian ini mencoba menutup theoritycal gap dengan memanfaatkan pendapat Osborn & Referen (2006) yang mengemukakan bahwa refleksivitas dimulai dengan munculnya reflektivitas (pemikiran atau kesadaran diri) ketika  mengumpulkan dan mengamati data tentang risiko  dan akibatnya. Oleh karena itu refleksivitas baik berbentuk pemikiran, sikap maupun tindakan akan berperan dalam mengantisipasi, mengurangi atau mengatasi dampak dari risiko (Lawang, 2005; Demartoto, 2013). Secara teoritis, konsep refleksivitas dari Beck dapat disintesakan dengan teori praktik (theory of practice) dari Pierre Bourdieu (Sutopo & Meiji, 2017) dan diaplikasikan dalam konteks masyarakat yang sedang menghadapi krisis atau bencana. Dengan menggunakan teori praktik dari Bourdieu, sikap dan perilaku individu dipahami melalui habitus, modal dan ranah yang melingkupinya. Jadi analisis data hasil penelitian ini mencoba menutup theoritical gap dengan menambahkan penjelasan tentang proses refleksiksivitas dan faktor determinan yang melingkupinya. 3) Kebaruan metode penelitian dalam teknik pengumpulan data. Pada awal penelitian ini teknik pengumpulan data primer dilakukan dengan wawancara mendalam secara offline dan online. Untuk data sekunder peneliti mendapatkan materi dari PT TWC yaitu Buku Laporan Tahunan PT TWC, Laporan Keberlanjutan PT TWC, Laporan TJSL/CSR. Data sekunder juga diperoleh dari penelusuran media onilne di antaranya injourneydestination.id, twc.id, dan http:\\balkondesborobudur.com. Jadi kebaruan teknik pengumpulan data ini adalah mengombinasikan hasil pengumpulan data di lapangan, media sosial dan media digital. Sejauh runutan peneliti, teknik ini belum banyak dilakukan dalam penelitian dengan tema CSR. 

×
Penulis Utama : Rahesli Humsona
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : T631902004
Tahun : 2024
Judul : REFLEKSIVITAS STAKEHOLDER CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY PT TWC BOROBUDUR UNTUK MENGEMBANGKAN SAFE TOURISM
Edisi :
Imprint : Surakarta - Sekolah Pascasarjana - 2024
Program Studi : S-3 Penyuluhan Pembangunan (Pemberdayaan Masyarakat)
Kolasi :
Sumber :
Kata Kunci : Refleksivitas stakeholder, CSR, Safe tourism
Jenis Dokumen : Disertasi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : https://populationreview.com/
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Mahendra Wijaya, MS., Dr. Drajat Tri Kartono, M.Si., Dr. Ir. Agung Wibowo, M.Si
Penguji : 1. Prof. Dr. rer. nat. Sajidan, M.Si Dr. Sapja Anantanyu, S.P., M.Si Prof. Dr. Mahendra Wijaya, M.S
Catatan Umum : LOA untuk terbit 2025
Fakultas : Sekolah Pascasarjana
×
Halaman Awal : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Halaman Cover : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB II : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB III : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB IV : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB V : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB Tambahan : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Daftar Pustaka : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Lampiran : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.