Fenomena tren berkain yang kembali ramai di media
sosial khususnya di kalangan generasi muda tidak terlepas dari peran influencer
yang turut memperkenalkan dan mempopulerkan tren ini. Salah satu influencer yang
konsisten mengenakan kain tradisional di media sosial adalah Rania Yamin. Kondisi
ini menarik untuk diteliti karena menunjukkan adanya potensi pengaruh
komunikasi seorang influencer terhadap minat generasi muda dalam
melestarikan budaya lokal. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui pengaruh kredibilitas dan gaya komunikasi Rania Yamin terhadap minat
berkain followers generasi muda Instagram @raniaayamin. Penelitian ini merujuk pada teori Elaboration
Likelihood Model oleh John Cacioppo dan Richard E. Petty tahun 1986 yang
menjelaskan jika terdapat dua jalur pada proses penerimaan pesan persuasif,
yaitu jalur sentral dan periferal. ELM digunakan untuk menganalisis bagaimana
audiens memproses pesan berkain yang disampaikan oleh akun @raniaayamin. Pada
jalur sentral, keahlian dan keterpercayaan komunikator dapat mendorong audiens
untuk memproses pesan yang disampaikan secara mendalam. Sedangkan pada jalur
periferal, audiens lebih dipengaruhi oleh aspek non-verbal serta daya tarik
komunikator. Penelitian ini menggunakan metode penelitian
kuantitatif eksplanatif dengan teknik survei melalui kuesioner yang disebarkan
kepada 100 responden berusia 16-34 yang merupakan pengikut aktif akun Instagram
@raniaayamin. Teknik analisis data yang digunakan meliputi uji validitas, uji
realibilitas, analisis regresi linier berganda, uji parsial, uji simultan,
serta uji koefisien determinasi yang diolah dengan bantuan aplikasi SPSS 26.
Hasil
penelitian menunjukkan jika baik kredibilitas sumber maupun gaya komunikasi
berpengaruh secara parsial dan simultan terhadap minat berkain. Variabel gaya
komunikasi memiliki pengaruh lebih besar dibandingkan kredibilitas sumber
dengan t hitung > t tabel sebesar 9,760 > 1,984. Adapun variabel
kredibilitas sumber juga berpengaruh positif dengan t hitung 2,178 > 1,984.
Keduanya berpengaruh signifikan secara simultan dengan t hitung > t tabel
sebesar 131,170
> 3,09. Berdasarkan hasil koefisien determinasi, dapat disimpulkan kemampuan
variabel independen kredibilitas (X1) dan gaya komunikasi (X2) dalam penelitian
ini memengaruhi variabel dependen minat berkain (Y) sebesar 72,4% sedangkan
sebesar 27,6% dipengaruhi oleh variabel lain di luar penelitian. Berdasarkan
analisis terhadap data dan indikator per-variabel, dapat disimpulkan bahwa
audiens memproses pesan melalui kedua jalur baik periferal maupun sentral.