Penelitian ini mengkaji strategi pemasaran digital Wayang Orang Sriwedari dalam menarik wisatawan ke Kota Surakarta. Latar belakang penelitian didasari oleh tantangan pelestarian seni tradisional di era digital serta potensi besar Wayang Orang Sriwedari sebagai warisan budaya yang memiliki nilai historis dan estetis. Perubahan perilaku konsumen akibat perkembangan teknologi menuntut adaptasi strategi pemasaran agar seni tradisional tetap relevan, khususnya bagi generasi muda dan wisatawan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pemasaran digital yang diterapkan, mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambat, serta mengevaluasi dampaknya terhadap peningkatan jumlah wisatawan. Teori strukturasi Anthony Giddens digunakan sebagai landasan analisis untuk memahami interaksi antara agen (pengelola, seniman, dan dinas pariwisata) dan struktur (media digital, norma budaya, serta kebijakan pemerintah). Dalam konteks ini, struktur signifikan tercermin melalui pembentukan makna dan citra budaya Wayang Orang Sriwedari di media sosial, struktur dominasi terlihat dari pemanfaatan sumber daya serta dukungan pemerintah dan teknologi digital, sedangkan struktur legitimasi berkaitan dengan norma dan kebijakan yang mengatur pelestarian serta tata kelola seni pertunjukan. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan lokasi di Gedung Wayang Orang Sriwedari, Kota Surakarta. Data diperoleh melalui wawancara mendalam, observasi, dokumentasi, dan studi pustaka, dengan uji validitas menggunakan triangulasi sumber. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pemasaran digital melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan WhatsApp efektif dalam meningkatkan jumlah penonton dan menarik wisatawan domestik maupun mancanegara. Faktor pendukung meliputi konsistensi promosi digital, kualitas pertunjukan, dan partisipasi aktif penonton, sedangkan faktor penghambat meliputi keterbatasan sumber daya manusia, hambatan birokrasi, serta minimnya anggaran promosi. Strategi ini berdampak positif terhadap peningkatan jumlah wisatawan, pertumbuhan ekonomi lokal, efisiensi promosi, dan penguatan citra Surakarta sebagai kota budaya. Penelitian ini berkontribusi secara teoritis pada pengembangan kajian sosiologi pariwisata melalui penerapan teori strukturasi dalam konteks pemasaran budaya, serta memberikan rekomendasi praktis bagi pengelola dan pemangku kepentingan untuk mengembangkan strategi pemasaran digital yang adaptif dan berkelanjutan.