Latar
Belakang: Pernikahan dini masih menjadi masalah kesehatan
masyarakat dan sosial di kalangan remaja Indonesia, khususnya pada siswa
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) yang menghadapi tekanan sosial, ekonomi, dan
transisi menuju dunia kerja. Penelitian sebelumnya umumnya menilai pengetahuan
atau sikap remaja secara umum serta menggunakan media edukasi satu kali
paparan. Penelitian ini menghadirkan kebaruan dengan menargetkan secara
spesifik siswa SMK dan menerapkan video edukasi berbasis episode singkat yang
disampaikan secara bertahap setiap hari melalui WhatsApp hingga sebelum
posttest sebagai pendekatan microlearning.Tujuan: Untuk menganalisis pengaruh media edukasi berbasis video pada
pengetahuan dan sikap remaja terhadap pernikahan dini.Metode: Penelitian ini menggunakan desain pra-eksperimental one group
pretest–posttest dengan melibatkan 36 siswa SMKN Jumantono berusia 15–16
tahun yang dipilih secara acak sederhana. Data pengetahuan dan sikap
dikumpulkan menggunakan kuesioner tervalidasi sebelum dan sesudah intervensi
video edukasi, kemudian dianalisis menggunakan uji Shapiro–Wilk dan uji Wilcoxon
signed-rank.Hasil: Temuan menunjukkan peningkatan baik pada skor pengetahuan maupun sikap
setelah menonton video edukasi. Pengetahuan meningkat secara signifikan dari
pra-uji ke pasca-uji (p < 0,05), menunjukkan peningkatan pemahaman tentang
risiko, dampak, dan pencegahan pernikahan dini. Skor sikap juga meningkat
secara signifikan (p < 0,05), menunjukkan pergeseran ke arah perspektif yang
lebih positif dan preventif mengenai pernikahan dini.
Kesimpulan: Media video edukasi menunjukkan efek positif
yang signifikan terhadap pengetahuan dan sikap remaja terhadap pernikahan dini.