Indonesia merupakan produsen Crude Palm Oil
(CPO) terbesar pertama di dunia, Indonesia berkontribusi menyumbang produksi
sebesar 58% dari total minyak kelapa sawit dunia, namun market share ekspor
menunjukkan tren penurunan meskipun produksinya meningkat. Penelitian ini bertujuan menganalisis pengaruh market share
negara pesaing, harga CPO global, dan volume impor global terhadap kinerja market
share ekspor CPO Indonesia. Penelitian menggunakan metode deskriptif dan
analitis dengan pendekatan kuantitatif berbasis data sekunder periode
1990–2024. Analisis dilakukan menggunakan regresi eksponensial yang
ditransformasikan menjadi model log-linear. Hasil penelitian menunjukkan
kinerja market share ekspor CPO Indonesia secara signifikan dipengaruhi
oleh harga CPO global, persaingan market share dari Malaysia, dan
perkembangan permintaan impor dunia. Harga CPO global dan market share
Malaysia menekan kinerja market share ekspor Indonesia, sementara
peningkatan volume impor CPO global memperkuat peluang ekspor Indonesia.
Variabel lainnya, yaitu market share Guatemala, Kolombia, dan Thailand,
tidak berpengaruh signifikan. Indonesia dan Malaysia menargetkan pasar
ekspor CPO yang sama dengan karakteristik produk yang serupa, sehingga
peningkatan market share Malaysia secara langsung menurunkan ruang pasar
Indonesia yang akan berpengaruh pada kinerja ekspor Indonesia. Harga CPO global
memengaruhi keputusan impor negara tujuan karena kenaikan harga mendorong
negara pengimpor menekan permintaan atau beralih ke produk alternatif yang akan
berpengaruh pada kinerja ekspor Indonesia, sedangkan meningkatnya volume impor
CPO dunia menunjukkan kebutuhan pasar yang lebih besar sehingga memberi ruang
ekspor yang lebih luas bagi Indonesia.