Latar Belakang: Keberadaan Candida spp. pada saluran napas sering
menimbulkan tantangan klinis dalam interpretasi hasil pemeriksaan mikrobiologi,
karena tidak selalu mencerminkan infeksi jamur invasif, melainkan dapat berupa
kolonisasi. Hingga saat ini, hubungan antara insiden penemuan Candida spp. pada
sampel respirasi dan perbaikan klinis pasien penyakit pernapasan kronis masih
belum sepenuhnya dipahami. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan
insiden penemuan Candida spp. pada sampel respirasi dengan perbaikan klinis
pasien penyakit pernapasan kronis.
Metode: Penelitian ini merupakan studi observasional analitik dengan desain
potong lintang menggunakan data rekam medis pasien penyakit pernapasan kronis
yang dirawat di Rumah Sakit Universitas Sebelas Maret Surakarta pada periode
Januari 2024 hingga Oktober 2025. Populasi penelitian berjumlah 52 pasien, dan
setelah penerapan kriteria inklusi dan eksklusi diperoleh 46 pasien sebagai sampel
penelitian. Insiden penemuan Candida spp. ditentukan berdasarkan hasil
pemeriksaan mikrobiologi sampel respirasi yang meliputi kultur jamur
konvensional dan identifikasi otomatis menggunakan sistem VITEK® 2. Perbaikan
klinis dinilai berdasarkan parameter klinis yang tercatat dalam rekam medis,
meliputi suhu tubuh, laju pernapasan, denyut jantung, saturasi oksigen, temuan
ronki, dan lama rawat inap. Analisis data dilakukan secara bivariat menggunakan
uji Chi-square, serta dilanjutkan dengan analisis multivariat menggunakan regresi
logistik biner secara eksploratif.
Hasil: Dari 46 sampel, insiden penemuan Candida spp. ditemukan pada 26 pasien
(56,5%), sedangkan 20 pasien (43,5%) tidak ditemukan Candida spp.. Pada analisis
bivariat, insiden penemuan Candida spp. menunjukkan hubungan yang bermakna
secara statistik dengan temuan ronki (p < 0,05), sementara parameter klinis lainnya
tidak menunjukkan hubungan yang bermakna.
Simpulan: Terdapat hubungan antara insiden penemuan Candida spp. pada sampel
respirasi dengan temuan ronki sebagai salah satu parameter perbaikan klinis pasien
penyakit pernapasan kronis.