Kuersetin dan naringenin berpotensi diaplikasikan secara luas sebagai agen
terapi dikarenakan kapasitas antioksidan tinggi dan profil keamanan mendukung,
namun pemanfaatannya terbatas akibat permasalahan lipofilisitas dan
bioavailabilitas. Pendekatan formulasi berbasis lipid berupa nanostructured lipid
carrier (NLC) mampu mengatasi tantangan tersebut melalui optimalisasi kelarutan
dalam matriks lipid. Kunci kinerja NLC ditentukan oleh lipid padat, lipid cair, dan
surfaktan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh dan interaksi dari total
konsentrasi stearin dan olein, rasio stearin dan olein terhadap surfaktan, dan
konsentrasi stearin serta memperoleh formula optimum NLC kuersetin-naringenin.
Sistem NLC dibentuk dengan metode emulsifikasi panas diikuti proses
ultrasonikasi. Pengembangan formula NLC mengaplikasikan teknik sistematis
berbasis design of experiment (DoE) berupa metode box-Behnken design dengan
variabel berupa stearin (30-50%), total stearin dan olein (3-7%), serta rasio stearin
dan olein terhadap Kolliphor® EL (0,8-1,2). Formula optimum ditentukan
berdasarkan parameter kritis seperti ukuran partikel, zeta potensial, indeks
polidispersitas, efisiensi enkapsulasi (EE), dan drug loading (DL) yang dianalisis
menggunakan analisis regresi linear berganda dengan taraf kepercayaan 95%.
Hasil penelitian menunjukkan tingginya konsentrasi stearin akan
menurunkan nilai EE dan DL. Peningkatan rasio lipid terhadap surfaktan dan total
lipid meningkatkan ukuran partikel sedangkan peningkatkan nilai zeta potensial dan
indeks polidispersitas dipengaruhi oleh total lipid. Interaksi antar variabel
menunjukkan berbagai respon yang bervariasi pada setiap parameter kritis. Formula
optimum yang diperoleh yaitu ukuran partikel 116±28,49 nm, zeta potensial
18,3±2,01 mV, indeks polidispersitas 0,40±0,10, DL kuersetin dan naringenin yaitu
5,49±0,58 dan 4,05±0,24 mg/g, serta EE naringenin dan kuersetin sebesar
88,35±0,89% dan 87,58±1,24%.