Penulis Utama : Achmad Sumarlin
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : C.0599004
Tahun : 2005
Judul : Jawara dalam aspek sosial ekonomi masyarakat Banten 1945-2003
Edisi :
Imprint : Surakarta - FSSR - 2005
Kolasi : xii, 90 hal.: lamp., tab., 4 inc
Sumber : UNS-FSSR NIM.C0599004
Subyek : BANTEN-SEJARAH
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Achmad Sumarlin, C0599004, Jawara Dalam Aspek Sosial Ekonomi Masyarakat Banten 1945-2003. Skripsi. Jurusan Ilmu Sejarah. Fakultas Sastra dan Seni Rupa.

Penelitian tentang Jawara Dalam Aspek Sosial Ekonomi Masyarakat Banten 1945-2003 ini dimaksudkan untuk mengungkapkan latar belakang kemunculan jawara dan peranannya terhadap masyarakat Banten.

Di dalam penelitian ini metode sejarah yang meliputi empat tahap yaitu, tahap heuristik, kritik, interpretasi, dan historiografi. Tahap heuristik, yaitu pengumpulan jejak-jejak masa lalu untuk mendapatkan sumber-sumber primer, khusunya sumber tertulis baik yang berupa arsip maupun hasil-hasil penelitian yang telah dilakukan sebelumnya. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis dengan kritik ekstern dan intern, tahap selanjutnya adalah interpretasi yaitu penafsiran terhadap data-data yang diperoleh di lapangan dan hasil-hasil yang telah dilakukan sebelumnya setelah dilakukan analisis data.

Kesimpulan dari penelitian tentang Jawara Dalam Aspek Sosial Ekonomi Masyarakat Banten 1945-2003 ini adalah; Jawara merupakan sebutan bagi orang yang dianggap memiliki kelebihan ilmu silat dan ilmu kekebalan tubuh, yang biasanya didapatkan dari hasil tarekat dan berguru pada seorang kyai atau ulama. Pada masa kesultanan, Jawara adalah orang-orang rimba persilatan yang pada masa itu diperbantukan untuk memperkuat prajurit kerajaan. Pada masa kolonial, Jawara dianggap sebagai biang keonaran yang selalu dikejar-kejar dan ditangkap oleh pemerintah kolonial. Pada masa itu Jawara banyak melakukan kejahatan seperti perampokan, pembunuhan, penculikan dan sebagainya. Namun di mata rakyat Jawara tetap dianggap sebagai pahlawan karena bisa menarik simpati rakyat, karena sasaran aksi kejahatan para Jawara adalah para pejabat pemerintah yang dianggap menyengsarakan rakyat kecil. Pada masa kini pamor Jawara mulai surut meski keberadaannya masih ada. Kini dengan mudah orang bisa mengatakan dirinya sebagai seorang Jawara asal memiliki keberanian yang tinggi. Pada masa kini Jawara banyak yang menjadi pengawal seseorang dan ada pula yang menjadi pengusaha. Peranan Jawara pada saat ini, dirasakan masih mempengaruhi kebijakan pemerintah daerah, walaupun dilakukan secara sembunyi-sembunyi, namun sudah menjadi rahasia umum jika praktek seperti itu terjadi.

Pada masa pra kemerdekaan Jawara lebih banyak berperan dalam aspek sosial, namun setelah kemerdekaan dan pamor Jawara mulai memudar, maka Jawara mulai mencari peluang dalam aspek ekonomi guna memenuhi kebutuhan hidupnya.

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Jawara Dalam Aspek Sosial Ekonomi Masyarakat Banten.doc
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Warto, M.Hum
2. Dra. Sri Wahyuningsih, M.Hum
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa