Penulis Utama : Latifah Mustofa Lestyanto
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : S.85020910
Tahun : 2010
Judul : Eksperimentasi pembelajaran matematika dengan model kooperatif tipe teams games tournaments (tgt) dan student team achievement divisions (stad) pada materi kubus dan balok bagi siswa kelas VIII SMP kabupaten Klaten ditinjau dari aktivitas belajar sis
Edisi :
Imprint : SUrakarta - Pascasarjana - 2010
Kolasi :
Sumber : UNS-Pascasarjana Prog. Pendidikan Matematika-S.850209109-2010
Subyek : MATEMATIKA
Jenis Dokumen : Tesis
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Tujuan penelitian ini adalah: (1) Untuk mengetahui apakah peserta didik yang diberi pembelajaran matematika dengan model Teams-Games-Tournaments (TGT) lebih baik prestasi belajarnya dibandingkan dengan peserta didik yang diberi pembelajaran matematika dengan menggunakan model Student Team Achievement Divisions (STAD) pada materi pokok kubus dan balok, (2) Untuk mengetahui apakah siswa dengan aktivitas belajar tinggi mempunyai prestasi yang lebih baik daripada siswa dengan aktivitas belajar sedang atau rendah dan apakah siswa dengan aktivitas belajar sedang mempunyai prestasi yang lebih baik daripada siswa dengan aktivitas belajar rendah, (3) Untuk mengetahui apakah pada masing-masing siswa dengan tingkat aktivitas tinggi, sedang dan rendah, model Teams-Games-Tournaments (TGT) akan menghasilkan prestasi belajar matematika yang lebih baik dibandingkan dengan model Student Team Achievement Divisions (STAD) dan untuk mengetahui apakah pada masing-masing model tersebut tingkat aktivitas akan berpengaruh pada prestasi belajar siswa. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan cara sampling random kluster. Populasinya siswa kelas VIII SMP Semester II tahun pelajaran 2009/2010 yang dibagi menjadi 2 kelompok yaitu kelompok ekperimen I dan eksperimen II. Penelitian ini termasuk eksperimental semu. Hasil dari uji pendahuluan diketahui bahwa sampel dari kedua kelompok penelitian berdistibusi normal, variansinya homogen dan dalam keadaan seimbang sebelum diberi perlakuan. Pengujian hipotesis menggunakan anava dua jalan dengan sel tak sama, dengan taraf signifikansi 5%. Sebelumnya dilakukan uji prasyarat yaitu uji normalitas dan uji homogenitas. Hasil uji prasyarat adalah sampel-sampel berdistribusi normal dan sampel-sampel model pembelajaran maupun sampel-sampel dari 3 kategori aktivitas mempunyai variansi homogen. Dari hasil analisis disimpulkan bahwa: (1) prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan kubus dan balok dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams Games Tournaments) sama dengan prestasi belajar matematika siswa dengan menggunakan model pembelajaran kooperatif tipe STAD (Student Team Acvievement Divisions), (2) prestasi belajar siswa pada pokok bahasan kubus dan balok yang mempunyai aktivitas tinggi sama prestasinya dengan siswa yang mempunyai aktivitas sedang, siswa yang mempunyai aktivitas sedang prestasinya lebih baik dari pada siswa yang mempunyai aktivitas rendah dan siswa yang mempunyai aktivitas tinggi prestasinya lebih baik dari pada siswa yang mempunyai aktivitas rendah, (3) efektifitas model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan tipe STAD tergantung pada aktivitas. Prestasi belajar matematika pada pokok bahasan kubus dan balok antara siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbeda dengan siswa dengan model pembelajaran kooperatif tipe STAD hanya pada siswa dengan aktivitas sedang. Pada siswa dengan aktivitas sedang, prestasi belajar siswa yang diberi pembelajaran dengan model TGT lebih baik dari prestasi siswa yang diberi pembelajaran dengan model STAD. Disisi lain, pada masing-masing model pembelajaran kooperatif tipe TGT dan tipe STAD, prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan kubus dan balok yang mempunyai aktivitas tinggi lebih baik dari pada siswa yang mempunyai aktivitas rendah dan prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan kubus dan balok yang mempunyai aktivitas sedang lebih baik dari pada siswa yang mempunyai aktivitas rendah. Namun, prestasi belajar matematika siswa pada pokok bahasan kubus dan balok yang mempunyai aktivitas tinggi sama dengan siswa yang mempunyai aktivitas sedang. ABSTRACT This research is aimed at finding out : (1) whether the TGT model give a better achievement in mathematics than STAD model on topics of cubes and cuboids, (2) wether the students with high learning activities have a better achievement than the students with moderate or low learning activities and wether the students with moderate learning activities have a better achievement than the students with low learning activities, (3) whether the TGT model give a better achievement in mathematics than STAD model on students with high, moderate and low activity and wether the level of learning activities will influence the student’s achievement on each models. Samples were taken through a cluster random sampling technique. The population was all of the students of eighth Junior High School in the academic year of 2009/2010. It was divided into first experiment and second experiment groups. This research was quasi experimental. The result of the pre-test showed that the samples were normally distributed, these variances homogenous and have the same initial ability. The hypotheses proposed were tested using a two-way Analysis of Variance with an unequal cell frequency at the significance level of 5%. Prior to that, pre-requisite test including normality test and homogeneity test were conducted. The results of the test showed that the samples were normally distributed, and based on the learning methods and category of learning activities, the samples were derived from population with homogeneous variances. Based on the result of the analysis, we can conclude that : (1) the student’s achievement on topics of cubes and cuboids due to TGT model was same with STAD model. (2) On the topics cubes and cuboids, the students with high learning activities have a same achievement with moderate learning activities, the students with moderate learning activities have a better achievement than low learning activities and the students with high learning activities have a better achievement than low learning activities. (3) The effectiveness of TGT and STAD models depend on the learning activities. There was a difference achievement between the students with TGT model and STAD model on moderate learning activities. On the moderate learning activities, the students with the TGT model have a better achievement than STAD model. On each of the TGT and STAD models, the students with high learning activities have a better achievement than low learning activities, the students with moderate learning activities have a better achievement than low learning activities. But, the students with high learning activities have a same achievement with moderate learning activities on topics cubes and cuboids.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
3257.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Budiyono, M.Sc
2. Dra. Mania Roswitha, M.Si.
Catatan Umum : 3257/2010
Fakultas : Pascasarjana