Penulis Utama : Sumarwan
NIM / NIP : I1107535
× ABSTRAK Indonesia merupakan daerah rawan gempa, untuk mengurangi resiko bencana yang terjadi diperlukan konstruksi bangunan tahan gempa. Perencanaan tahan gempa umumnya didasarkan pada analisa struktur elastis yang kemudian diberi faktor beban untuk mensimulasi kondisi ultimate (batas). Kenyataannya bahwa perilaku keruntuhan bangunan saat gempa adalah inelastik. Metoda analisis yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah Performance Based Earthquake Engineering (PBEE) yaitu konsep mendesain, mengevaluasi, membangun, mengawasi fungsi dan merawat fasilitas bangunan, dengan kinerja dibawah kondisi reaksi pembebanan biasa dan pembebanan ekstrim. Analisa pushover (beban dorong statik) adalah analisa statik nonlinier perilaku keruntuhan struktur terhadap gempa, sedangkan titik kinerja adalah besarnya perpindahan maksimum struktur saat gempa rencana. Dari hasil yang diperoleh berdasarkan analisis statik non linier menggunakan software SAP2000 dapat diambil beberapa kesimpulan diantaranya adalah pada gaya geser dasar sebesar 196,60 ton akan diperoleh hasil kinerja struktur ( Performance Point ) berupa gaya geser sebesar 818,94 ton, displacement (Dt) 0,058 m, redaman efektif (βeff ) 10,9 %, dan waktu efektif (Teff) 1,10 detik. Batasan rasio drift atap dengan software SAP2000 diperoleh maksimum total drift sebesar 0,0039 sedangkan maksimum in-elastik drift 0,0038. Hasil perhitungan dengan bantuan software SAP2000 menunjukan bahwa gedung yang ditinjau termasuk dalam level kinerja Immediate Occupancy (IO), hal ini berarti bahwa bila terjadi gempa gedung tidak mengalami kerusakan struktural dan non struktural sehingga bangunan tersebut tetap aman digunakan. ABSTRACT Indonesia is an earthquake-prone areas, to reduce the risk of the disaster required the construction of earthquake resistant buildings. Planning seismic analysis is generally based on the elastic structure and given the load factors to simulate the ultimate conditions (boundary). The fact that the collapse of the behavior of buildings during the earthquake is inelastik. Methods of analysis used in this final task is to Performance-Based Earthquake Engineering (PBEE) is the concept of designing, evaluating, developing, supervising and maintaining the function of building facilities, with a performance under normal conditions of loading reaction and extreme loading. Pushover analysis (static thrust load) is a nonlinear static analysis of structural collapse of the behavior of the earthquake, while the point of performance is the maximum amount of displacement during the earthquake structure plan. From the results obtained by non-linear static analysis using SAP2000 software can take some conclusions of which are at base shear force of 196.60 tons will be obtained of the structure performance (Performance Point) a shear force of 818,94 tons, displacement (Dt) 0.058 m, the damping effective (βeff) 10,9%, and the effective time (Teff) 0.1,10 seconds. Limitation of the roof drift ratio of SAP2000 software acquired with a total maximum drift of 0.0039 while the maximum in-elastic drift 0.0038. The result of calculation with the help of SAP2000 software indicated that the building that were reviewed included the Immediate Occupancy performance levels (IO), this means that if an earthquake happens the building suffered no structural damage and non-structural so the building remains safe to use.
×
Penulis Utama : Sumarwan
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I1107535
Tahun : 2010
Judul : Evaluasi kinerja struktur beton tahan gempa dengan analisis pushover menggunakan software SAP 2000
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2010
Program Studi : S-1 Teknik Sipil Non Reguler
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Jur. Teknik Sipil-I.1107535-2010
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing :
Penguji :
Catatan Umum : 3272/2010
Fakultas : Fak. Teknik
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.