Penulis Utama : Dyah Septyaningsih
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : M.0304036
Tahun : 2010
Judul : Isolasi dan identifikasi komponen utama Ekstrak biji buah merah (pandanus conoideus lamk.)
Edisi :
Imprint : Surakarta - FMIPA - 2010
Kolasi :
Sumber : UNS-FMIPA Jur. Kimia-M.0304036-2010
Subyek : BUAH MERAH
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Isolasi dan identifikasi komponen utama ekstrak biji buah merah telah dilakukan. Isolasi senyawa non polar dari biji buah merah dilakukan dengan ekstraksi sokhlet dengan pelarut petroleum eter (PE). Residu dari ekstraksi sokhlet dimaserasi dengan etanol untuk mengisolasi senyawa yang lebih polar. Identifikasi golongan senyawa dalam ekstrak PE dan etanol dilakukan dengan skrining fitokimia dan analisis secara kualitatif dengan Kromatografi Lapis Tipis (KLT). Ekstrak PE mengandung golongan senyawa steroid dan triterpenoid, asam lemak, dan karotenoid; sedangkan ekstrak etanol mengandung golongan senyawa antrakuinon, tanin, dan senyawa fenol. Profil pemisahan KLT menunjukkan asam lemak merupakan komponen utama dalam ekstrak PE. Pemisahan asam lemak dari senyawa lain (steroid dan triterpenoid, dan karotenoid) dilakukan dengan Kromatografi Cair Vakum (KCV). Eluen dalam KCV ditentukan dengan KLT. Hasil GC-MS terhadap fraksi asam lemak menunjukkan adanya 11 komponen asam lemak dengan asam oleat (67,46%), asam palmitat (23,36%), asam linoleat (4,12%), dan asam stearat (3,15%) sebagai komponen utama dalam ekstrak biji buah merah. Kandungan asam lemak total dalam biji buah merah lebih kurang 76,40%. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa kandungan asam lemak dalam biji buah merah lebih tinggi dari pada sari buah merah (64,06%). Kata kunci : Biji buah merah (Pandanus conoideus Lamk.), KLT, KCV, GC-MS, Asam lemak ABSTRACT Isolation and identification of the main components red fruit’s seed extract has been done. Isolation was carried out by soxhlet extraction. Petroleum ether (PE) was used to isolate non polar compounds. The residue was macerated with ethanol to get polar compounds. In order to identified the secondary metabolites in both extracts, phytochemical screening and qualitative Thin Layer Chromatography (TLC) separation has done. PE extract contained of steroid and triterpenes, fatty acids, and carotenoid; on the other hand anthraquinone, tannins, and fenolic compounds were in the ethanol extract. Separations profile with TLC indicates that fatty acids can be the main compounds of the PE extract. Vacuum Liquid Chromatography (VLC) was used to separate fatty acids from the other compounds (steroid and triterpenes, and carotenoids). Eluent was determined by means of TLC. The GC-MS of the fatty acid’s fraction revealed the presence of 11 fatty acids in which oleic acid (67,46%), palmitic acid (23,36%), linoleic acid (4,12%), and stearic acid (3,15%) represent the main component. The fatty acid contents in red fruit’s seed was 76,40%. Thus, red fruit’s seed contains more fatty acids than the red fruit’s oil (64,06%). Key words : Red fruit’s (Pandanus conoideus Lamk.) seed, TLC , VLC, GC-MS, Fatty acids
File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
4096.pdf
File Dokumen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Dr. rer.nat Fajar R. Wibowo, M.Si
2. Soerya Dewi Marliyana, M.Si.
Catatan Umum : 4096/2010
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa