Penulis Utama : Th. Octavianti P. B
NIM / NIP : F0205145
× ABSTRAK Penelitian ini melakukan analisis anomali musiman yang disebut January effect, dimana bulan perdagangan Januari memiliki return yang tertinggi dan signifikan daripada bulan perdagangan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal belum dalam kondisi pasar yang efisien dalam bentuk lemah karena return pasar tidak random, akan tetapi dapat diprediksi berdasar efek kalender. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris apakah terdapat January effect di masing-masing sektor pada 9 sektor indeks saham sektoral di Bursa Efek Indonesia, yaitu sektor pertanian, pertambangan, industri dasar, aneka industri, konsumsi, properti, infrastruktur, keuangan, perdagangan dan jasa. Penelitian ini mengambil populasi indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia. Sedangakan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks harga saham sektoral yang terdapat di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan proksi indeks sektoral dan waktu pengamatan selama periode tahun 2001-2008. Hasil pengujian dalam penelitian ini memperlihatkan selama periode pengamatan yaitu dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2008, return pasar dari indeks sektoral Bursa Efek Indonesia untuk Sektor Konsumsi mengalami fenomena January Effect dimana membuktikan bahwa return pasar pada bulan Januari lebih tinggi dibandingkan return pasar pada bulan lainnya. Hasil uji regresi hipotesis dengan tingkat signifikan (0,05) menunjukkan adanya return pasar tertinggi pada bulan Januari yang mempunyai nilai positif untuk Sektor Konsumsi. Dengan hasil tersebut maka dapat diketahui bahwa fenomena January Effect terjadi selama periode penelitian ditandai dengan adanya return pasar pada bulan Januari lebih tinggi dan signifikan pada beberapa sektor dalam indeks sektoral. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pasar modal Indonesia belum termasuk pasar yang efisien dalam bentuk lemah, sebagai salah satu indikatornya yaitu masih terdapat fenomena January effect di Bursa Efek Indonesia dimana return pasar dapat diprediksi berdasarkan pengaruh kalender tertentu ABSTRAK ANALISIS FENOMENA JANUARY EFFECT TERHADAP RETURN PASAR DI BURSA EFEK INDONESIA TH. OCTAVIANTI P. B. F0205145 Penelitian ini melakukan analisis anomali musiman yang disebut January effect, dimana bulan perdagangan Januari memiliki return yang tertinggi dan signifikan daripada bulan perdagangan lainnya. Hal ini menunjukkan bahwa pasar modal belum dalam kondisi pasar yang efisien dalam bentuk lemah karena return pasar tidak random, akan tetapi dapat diprediksi berdasar efek kalender. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk membuktikan secara empiris apakah terdapat January effect di masing-masing sektor pada 9 sektor indeks saham sektoral di Bursa Efek Indonesia, yaitu sektor pertanian, pertambangan, industri dasar, aneka industri, konsumsi, properti, infrastruktur, keuangan, perdagangan dan jasa. Penelitian ini mengambil populasi indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia. Sedangakan sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah indeks harga saham sektoral yang terdapat di Bursa Efek Indonesia dengan menggunakan proksi indeks sektoral dan waktu pengamatan selama periode tahun 2001-2008. Hasil pengujian dalam penelitian ini memperlihatkan selama periode pengamatan yaitu dari tahun 2001 sampai dengan tahun 2008, return pasar dari indeks sektoral Bursa Efek Indonesia untuk Sektor Konsumsi mengalami fenomena January Effect dimana membuktikan bahwa return pasar pada bulan Januari lebih tinggi dibandingkan return pasar pada bulan lainnya. Hasil uji regresi hipotesis dengan tingkat signifikan (0,05) menunjukkan adanya return pasar tertinggi pada bulan Januari yang mempunyai nilai positif untuk Sektor Konsumsi. Dengan hasil tersebut maka dapat diketahui bahwa fenomena January Effect terjadi selama periode penelitian ditandai dengan adanya return pasar pada bulan Januari lebih tinggi dan signifikan pada beberapa sektor dalam indeks sektoral. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pasar modal Indonesia belum termasuk pasar yang efisien dalam bentuk lemah, sebagai salah satu indikatornya yaitu masih terdapat fenomena January effect di Bursa Efek Indonesia dimana return pasar dapat diprediksi berdasarkan pengaruh kalender tertentu ABSTRACT The paper analyze about the seasonal anomaly called January effect, which occurs when the return on stock markets is highest and significant on January. The presence of these anomaly violates the weak form of market efficiency because returns are not random, but are predictable based on certain calendar effects. The objective of this paper is to test the existence of January effect in which sector on 9 sectors sectoral index in Indonesian Stock Exchange. Nine sector include: Agriculture, Mining, Basic industry, Miscellaneous industry, Property, Consumer Goods, Infrastructure, Finance, Trade and service. The sample used in this paper are stock market index at Indonesian Stock Exchange, with the proxy sectoral index, over 2001-2008. The results find there’s one sector which show that January effect is exist, that sector is Consumer Goods Sector. The major conclusion of this paper shows that Indonesian stock market does not efficient on the weak form, one of the indicator is January effect phenomenon exist in Indonesian Stock Exchange which the stock returns are predictable based on certain calendar effect.
×
Penulis Utama : Th. Octavianti P. B
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : F0205145
Tahun : 2010
Judul : Analisis fenomena january effect terhadap return pasar di bursa efek Indonesia Studi pada indeks sektoral di bursa efek Indonesia Periode 2001-2008
Edisi :
Imprint : Surakarta - F.Ekonomi - 2010
Program Studi : S-1 Manajemen
Kolasi :
Sumber : UNS-F.Ekonomi Jur. Manajemen-F.0205145 --2005
Kata Kunci :
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Link DOI / Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Prof. Dr. Hartono, M.S
Penguji :
Catatan Umum : 4476/2010
Fakultas : Fak. Ekonomi dan Bisnis
×
File : Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.