Penulis Utama : Nur Amalina
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : G0006131
Tahun : 2010
Judul : Pengaruh pemberian ekstrak daun beluntas (pluchedica l.) terhadap spermatogenesis mencita in
Edisi : -
Imprint : Surakarta - F. Kedokteran - 2010
Kolasi : -
Sumber : UNS-F. Kedokteran Jur. Kedokteran-G.0006131-2010
Subyek : EKSTRAK DAUN BELUNTAS
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : Tujuan Penelitian : Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh ekstrak daun beluntas (Pluchea indica L) dalam menghambat spermatogenesis. . Flavonoid dapat menghambat enzim aromatase yang berfungsi mengkatalisis konversi androgen menjadi estrogen sehingga kadar hormon testosteron meningkat. Tingginya konsentrasi testosterone akan berefek umpan balik ke hipofisis, yaitu tidak melepaskan FSH dan LH, sehingga akan menghambat spermatogenesis. Metode Penelitian : Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan metode post test only controlled group design, menggunakan mencit jantan, umur 2-3 bulan, berat 20-30gr, sebanyak 24 ekor yang dibagi menjadi 4 kelompok. Kelompok pertama sebagai kontrol. Kelompok kedua sebagai kelompok perlakuan I yang diberi 1,4mg/20grBB ekstrak beluntas. Kelompok ketiga sebagai kelompok perlakuan II yang diberi 2,8mg/grBB ekstrak beluntas. Kelompok keempat sebagai kelompok perlakuan III yang diberi 5,6mg/grBB ekstrak beluntas. Perlakuan diberikan selama 10 hari setelah itu testis mencit diambil dan dari masing-masing testis dibuat 3 irisan dan dari masing-masing irisan diambil tubulus seminiferus yang paling representatif untuk dihitung sel spermatidnya. Jadi masing-masing hewan memiliki 18 unit data yang akan dianalisa. Data yang diperoleh kemudian dianalisis dengan anova untuk mengetahui apakah ada perbedaan bermakna sebelum dan sesudah pemberian ekstrak dan dibandingkan perbedaannya antara keempat kelompok dengan uji Dunnet T3 untuk mengetahui letak perbedaan masing-masing kelompok. Hasil Penelitian : Berdasarkan hasil uji statistik Dunnet T3 menunjukan adanya perbedaan yang bermakna antara keempat kelompok penelitian kecuali antara kelompok penelitian I dan II. Hal ini mungkin disebabkan karena keefektivitasan antara kedua dosis sama sehingga dengan pemberian dosis dua kali lipat tidak memberikan efek penurunan spermatid dua kali lipat juga. Simpulan : Pemberian ekstrak daun beluntas dapat menyebabkan penurunan jumlah sel spermatid pada mencit. Rata-rata sel spermatid semakin menurun dengan peningkatan pemberian ekstrak daun beluntas. Dosis paling baik untuk menurunkan jumlah spermatid dalam penelitian ini adalah dosis pada perlakuan III yaitu 5,6mg/grBB. Kata kunci : ekstrak daun beluntas, flavonoid, penurunan jumlah sel spermatid
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Nur Amalia.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Suyatmi, dr., Mbiomed., Sci
2. Makmuroch, Dra., MS
Catatan Umum : 1035/2010
Fakultas : Fak. Kedokteran