Penulis Utama : Sabrina Matilda Sitanggang
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : I0304064
Tahun : 2009
Judul : Usulan perbaikan postur dalam menggunakan alat gendong anak dengan biomekanika
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Teknik - 2009
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Teknik Jur. Tek. Industri-I.0304064-2009
Subyek : TEKNIK INDUSTRI
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Ada banyak cara yang dapat dilakukan untuk menggendong anak. Posisi pada waktu ibu menggendong anak menimbulkan gangguan pada tulang belakang dan nyeri pada bahu atau pada anggota tubuh yang lain. Dari Nordic Boby Map (NBM) yang dibagikan kepada responden dapat disimpulkan bahwa adanya keluhan pada tulang belakang (L5/S1) dan bahu (shoulder) yang diakibatkan oleh posisi menggendong anak yang tidak memberikan kenyamanan dan kestabilan pada tubuh yang menggendong. Keluhan ini disebut dengan musculoskeletal disorders (MSDs) atau cidera pada sistem musculoskeletal. Pada aktivitas menggendong anak yang dilakukan dengan postur tubuh yang tidak benar dapat menimbulkan keluhan MSDs jenis Low back pain, tepatnya pada Lumbar 5/Sacral 1 (L5/S1). Oleh karena itu perlu adanya kajian untuk memodelkan postur tubuh pada penggunaan alat gendong serta perbaikan postur penggunaan alat gendong untuk mendukung keseimbangan dan kenyamanan bagi yang melakukan aktivitas menggendong dengan pendekatan biomekanika yang berprinsip pada kajian ergonomi yang meliputi analisis gaya dan momen pada bahu dan L5/S1, serta gaya tekan pada L5/S1. Terdapat sembilan variasi menggendong anak dengan alat gendongan anak yang tradisional maupun modern. Dari analisis Fisiologi, RULA, dan Biomekanika yang dilakukan terhadap sembilan posisi (model) menggendong dapat diperoleh kesimpulan bahwa posisi menggendong yang efektif untuk dilakukan berdasarkan analisis biomekanika yaitu gaya tekan yang diakibatkan terhadap L5/S1 adalah model kangguru dengan gaya tekan 488,208 N; model vertikal depan dengan gaya tekan 64,04 N; model vertikal belakang dengan gaya tekan 2049,022 N; model horisontal belakang dengan gaya tekan 1664,237 N; model vertikal depan-searah dengan gaya tekan 183,872 N; dan model vertikal belakang berlawanan arah dengan gaya tekan 2113,581 N. Sedangkan posisi menggendong yang tidak efektif untuk dilakukan adalah model horisontal depan dengan gaya tekan 3517,023 N; model menggendong di pinggul dengan gaya tekan 3992,301 N; dan model vertikal depan-samping dengan gaya tekan 3601,064 N Perbaikan diusulkan pada postur tubuh ketika menggendong meliputi posisi leher yang tegak, bahu yang tidak terangkat, posisi lengan atas yang tidak membentuk sudut terhadap sumbu tubuh (batang tubuh), posisi lengan bawah yang tidak membentuk sudut terhadap lengan atas, posisi pergelangan tangan yang tidak menekuk dan memutar kearah sumbu tubuh, posisi batang tubuh yang tegak (tidak membentuk sudut terhadap pelvis dan kaki), posisi beban yang diangkat dengan jarak vertikal dan horisontal yang sekecil mungkin dengan tubuh penggendong. Alat gendong yang diusulkan adalah model baby sling (tali/kain gendongan) yang memiliki pembungkus dari bahan yang kuat dan tidak elastis, penyangga leher dan kepala bayi, memiliki shoulder strap untuk kedua bahu pengguna, dan memiliki waist sling atau kain yang mengikatkan baby wrap dengan batang tubuh penggendong agar jarak bayi dengan penggendong tetap terjaga 0˚. Hasil dari penelitian ini berupa rekomendasi cara yang benar ketika menggendong anak dalam posisi statis. Masih diperlukan adanya penelitian lebih lanjut mengenai posisi menggendong dalam kondisi dinamis.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Sabrina Matilda Sitanggang.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Ir. Lobes Herdiman, MT
2. Rahmaniyah Dwi Astuti, ST, MT
Catatan Umum : 4609/2009
Fakultas : Fak. Teknik