Penulis Utama : Galih Septia Amiati
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : M0406029
Tahun : 2010
Judul : Respon fisiologis tanaman pegagan (centella asiatica (l.) Urban) terhadap herbisida glifosat dan 2,4-d
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. MIPA - 2010
Kolasi :
Sumber : UNS-F. MIPA Jur. Biologi-M.0406029-2010
Subyek : TANAMAN
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Pegagan (Centella asiatica L. Urban) merupakan tanaman yang memiliki nilai penting diantaranya sebagai penutup tanah, sayuran atau lalapan, dan tanaman obat. Karena nilai penting tersebut maka dikembangkanya usaha budidaya pegagan dalam skala luas. Budidaya pegagan sangat potensial terhadap serangan gulma sehingga perlu upaya pengendalian gulma tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui respon fisiologis tanaman pegagan (Centella asiatica (L.) Urban) terhadap herbisida glifosat dan 2,4-D. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan dua faktor perlakuan yaitu jenis herbisida dan dosis herbisida ( 0 lha-1; 0,25 lha-1; 0,5 lha-1; 0,75 lha-1; 1 lha-1). Data yang diperoleh berupa data kuantitatif yang dianalisis dengan analisis sidik ragam (ANAVA) untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh antar perlakuan dan dilanjutkan dengan uji DMRT (Duncan Multiple Range Test) taraf 5% untuk mengetahui beda nyata antar perlakuan. Keefektifan antara glifosat dan 2,4-D dapat diketahui dengan uji T. Hasil penelitian menunjukkan Pemberian herbisida glifosat dosis 0,25 sampai 1 l/ha belum menghambat jumlah daun, berat kering dan nitrat reduktase. Dosis glifosat 0,25 sampai 0,75 l/ha belum menghambat pembentukan berat basah, kadar klorofil dan laju respirasi. Dosis glifosat 0,25 sampai 0,5 l/ha belum menghambat luas daun dan kadar karotenoid tanaman pegagan. Herbisida 2,4-D sampai dosis 0,25 sampai 1 l/ha belum menghambat klorofil, laju respirasi dan nitrat reduktase. Dosis glifosat 0,25 sampai 0,5 l/ha belum menghambat pembentukan jumlah daun, luas daun, berat basah, berat kering, dan kadar karotenoid. Pengaruh herbisida glifosat memberikan efek penghambatan yang lebih kecil dibandingkan herbisida 2,4-D dalam hal pertumbuhan; jumlah daun, luas daun, berat basah, berat kering . Budidaya pegagan lebih cocok menggunakan herbisida glifosat karena pertumbuhan pegagan secara umum tetap baik. Herbisida glifosat dosis 0,25 lha-1 memberikan hasil tertinggi pada pembentukan biomassa pegagan. ABSTRACT Gotu kola (Centella asiatica (L.) Urban) is a plant that has important values such as cover crops, vegetables or fresh vegetables, and medicinal plants. Because of these critical values the cultivation of kola dikembangkanya broad scale. Kola cultivation very potential with weed attack, so weed control efforts are necessary. The purpose of this study was to determine the physiological responses of plants gotu kola (Centella asiatica (L.) Urban) to herbicide glyphosate and 2,4-D. This research using Completely Randomized Design (CRD) with two treatment factors are the type of herbicide and herbicide dose (0 lha-1; 0.25 lha-1, 0.5 lha-1; 0.75 lha-1; 1 lha-1 ). Data obtained in the form of quantitative data were analyzed with analysis of variance (ANOVA) to determine whether there is influence between the treatment and continued with the test DMRT (Duncan Multiple Range Test) level of 5% to identify significant differences among the treatments. The effectiveness of glyphosate and 2,4-D can be detected by the test T. The results showed dose herbicide glyphosate 0.25 to 1 l / ha has not inhibit the number of leaves, dry weight and nitrate reductase. Glyphosate dose of 0.25 to 0.75 l / ha has not inhibit the formation of fresh weight, chlorophyll content and respiration rate. Dose of glyphosate 0.25 to 0.5 l/ha has not inhibit leaf area and plant carotenoids content of gotu kola. 2,4-D herbicide dose up to 0.25 to 1 l / ha has not inhibit chlorophyll, respiration rate and nitrate reductase. Glyphosate dose of 0.25 to 0.5 l / ha has not inhibit the formation of leaf number, leaf area, fresh weight, dry weight, and concentration of carotenoids. Effect of glyphosate herbicide that giving of a smaller inhibitory effect compared to herbicide 2,4-D in terms of growth, number of leaves, leaf area, fresh weight, dry weight. Kola cultivation is more suited for the use of glyphosate herbicides as gotu kola growth generally remains good. Glyphosate herbicide dose 0.25 lha-1 gave the highest yield on biomass formation of gotu kola.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
3313.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Solichatun, M.Si
2. Widya Mudyantini, M.Si
Catatan Umum : 3313/2010
Fakultas : Fak. MIPA