Penulis Utama : Fitriaji Nur Hidayat
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP : H0105055
Tahun : 2010
Judul : Pengaruh pupuk sp36 terhadap keragaman morfologi dan sitologi pada beberapa varietas kedelai [Glycine max (L.) Merill]
Edisi :
Imprint : Surakarta - F. Pertanian - 2010
Kolasi :
Sumber : UNS-F. Pertanian Jur. Agronomi-H.0105055-2010
Subyek : PENGARUH PUPUK
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak : ABSTRAK Kedelai merupakan komoditas unggulan setelah padi dan jagung. Kedelai banyak digunakan sebagai bahan baku makanan. Oleh karena itu, kebutuhan kedelai setiap tahunnya selalu meningkat. Tetapi, produksi kedelai didalam negeri belum dapat mencukupi kebutuhan masyarakat. Banyak usaha yang telah dilakukan baik oleh pemerintah maupun petani untuk meningkatkan produksi kedelai. Diantaranya dengan penggunaan varietas unggul dan pemberian dosis pupuk SP36. Kandungan phosfat dalam pupuk SP36, berperan dalam pembelahan sel, mempercepat pembentukan bunga, buah dan biji, mempercepat pematangan, memperkuat batang, dan berperan dalam perkembangan akar. Penelitian yang dilakukan bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian dosis pupuk SP36 terhadap keragaman morfologi dan sitologi jumlah kromosom dari beberapa varietas kedelai unggul. Penelitian ini dilakukan pada bulan April 2009 – Februari 2010 di Pusat Penelitian dan Pengembangan Lahan Kering Jumantono (07o37’LS dan 110o56’BT) dan analisis di Laboratorium Fisiologi dan Bioteknologi Fakultas Pertanian Universitas Sebelas Maret Surakarta serta di Laboratorium Anatomi Hewan Fakultas Biologi Universitas Gadjah mada Yogjakarta. Faktor perlakuan adalah varietas (varietas Burangrang, Seulawah, Ijen, Tanggamus, dan Grobogan) dan dosis pupuk SP36 (0 kg/ha, 50 kg/ha, dan 100 kg/ha setara dengan 0 kg P2O5/ha, 18 kg P2O5/ha, dan 36 kg P2O5/ha). Penelitian dilakukan secara faktorial dengan Rancangan Acak Kelompok Lengkap (RAKL). Sehingga, didapatkan 15 kombinasi perlakuan dan diulang 3 kali sebagai blok. Variabel pengamatan pada penelitian ini meliputi morfologi batang, daun, bunga, akar, serta jumlah kromosom tiap varietas. Pengamatan menggunakan analisis deskriptif dengan pengambilan sampel dengan metode acak (random sampling) pada masing-masing perlakuan. Data hasil pengamatan dianalisis dengan analisis keragaman atau Analysis of Varian (Anova), dan jika terdapat perbedaan yang nyata dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (DMRT) pada taraf kepercayaan 95 %. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan dosis pupuk SP36 memberikan pengaruh terhadap beberapa variabel pengamatan seperti panjang tangkai daun, saat munculnya bunga, panjang akar, jumlah ruas, dan jumlah cabang. Sedangkan sitologi jumlah kromosom tidak terpengaruh oleh dosis pemupukan yang diberikan. ABSTRACT Soybean is the first commodity after rice and maize seed. Soybean has a high protein content, so the soybeans are widely used as a material source of protein foods such as tempeh, tofu, soy sauce, soy milk, and etc. Therefore, soybean demand is increasing every year. However, soybean production in the country has not yet enouge the people needs. Many efforts have been made both by government and farmers to increase production of soybeans. Among others by the use of improved varieties and SP 36 fertilizer doses. Phosfat content in fertilizer SP36, a role in cell division, accelerate the formation of flowers, fruits and seeds, accelerated maturation, strengthening the trunk, and the development of roots. The research aims to determine the effect of dosages of SP36 fertilizer on the diversity of morphology and cytology number of chromosomes from excellent soybean varieties. This study was conducted in April 2009 - February 2010 in Research and Development Center Dryland Jumantono (07o37' LS and 110o56' BT) and analysis at the Laboratory of Physiology and Biotechnology, Agricultural Faculty of the Sebelas Maret University of Surakarta and at the Laboratory of Veterinary Anatomy Faculty of Biology, University of Gadjah Mada Yogjakarta. The Treatment factor are varieties (varieties of Burangrang, Seulawah, Ijen, Tanggamus, and Grobogan) and SP36 fertilizer (0 kg/ha, 50 kg/ha and 100 kg/ha, equivalent to 0 kg P2O5/ha, 18 kg P2O5/ha , and 36 kg P2O5/ha). The experiment was range as a factorial with Randomized Complete (Block). Thus, we got 15 combinations of treatment and repeated three times as a block. Observed variables in this study include the morphology of stems, leaves, flowers, roots, and the number of chromosomes each variety. Observations using descriptive analysis with random sampling method (random sampling) in each treatment. Obtained data were analyzed with analysis of variance or Analysis of Variance (ANOVA), and if there are significant differences followed by Duncan multiple range test (DMRT) at the level of 95%. Results of this treatment showed that SP36 fertilizer treatments give effect to some of the observed variables such as petiole length, while the emergence rate, root length, number of segments, and number of branches. While cytology number of chromosomes is not affected by fertilization doses given.
File Dokumen Tugas Akhir : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
Fitriaji Nur Hidayat PDF.pdf
File Dokumen Karya Dosen : -
Status : Public
Pembimbing : 1. Drs. Sugijono, MP.
2. Ir. Hesti Rahayu, MP.
Catatan Umum : 255/2010
Fakultas : Fak. Pertanian