Penulis Utama : Neni Susanti
Penulis Tambahan : -
NIM / NIP :
Tahun : 2005
Judul : Upacara tradisional Grebeg Besar Demak (kajian sejarah sosial budaya tahun 1995-2005)
Edisi :
Imprint : Surakarta - Fak. Sastra - 2005
Kolasi : xiii, 99 hal.: ilus., lamp., tab.; 4 inc
Sumber : UNS-Fak. Sastra NIM. C0501044
Subyek : GREBEG-DEMAK
Jenis Dokumen : Skripsi
ISSN :
ISBN :
Abstrak :

Upacara tradisional yang dilaksanakan setahun sekali oleh masyarakat Demak merupakan tradisi religius yang diwariskan secara turun temurun. Tradisi tersebut merupakan perwujudan dari kepercayaan yang kuat terhadap adat istiadat serta tanggapan masyarakat terhadap kekuatan alam dan kekuatan gaib.

Penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui makna yang terkandung dalam upacara Grebeg Besar. Selain itu penelitian ini juga untuk mengetahui pelaksanaan dan perkembangan atau perubahan yang terjadi pada upacara Grebeg Besar hingga masyarakat Demak tetap melaksanakan tradisi tersebut.

Adat Grebeg Besar mempunyai makna religi bagi para pendukungnya, di mana masyarakat akan mendapatkan rasa aman dan ketenangan batin apabila telah melaksanakannya. Semua adat yang berkembang dalam kehidupan masyarakat sampai sekarang masih di lestarikan dan di uri-uri oleh para pendukungnya, karena di dalamnya terkandung ajaran-ajaran atau pengetahuan yang berisi norna-norma, nilai-nilai dan peraturan-peraturan dalam mengtur tingkah laku masyarakat.

Analisaan data yang digunakan oleh penulis dalam penelitian ini adalah data analisa kualitatif. Analisa data kualitatif yaitu penganalisaan data hasil wawancara, hasil obserfasi, studi dokumen dan studi pustaka dengan mencari hubungan sebab akibatnya.

Dari analisa, dapat disimpulkan penduduk Demak tetap mempunyai kepercayaan terhadap kekuatan gaib. Disamping itu, dalam pelaksanaan upacara Grebeg Besar di Demak tampak jelas dan dapat dirasakan pula adanya unsur gotong royong. Selain yang disebutkan, dapat disimbolkan pula bahwa dalam pelaksanaan tradisi Grebeg Besar tersirat adanya penghayatan religiusitas masyarakat Jawa yang didasarkan pada hasil penyalinan tiga mentalitas, yaitu Abangan, Santri dan Priyayi. Pada perkembangan upacara Grebeg Besar merupakan rangkaian upacara keagamaan dan adat, maka oleh pemerintah Kabupaten Dati II Demak, menjadikan Demak menjadi kawasan wisata ziarah yang dilengkapi cagar budaya pada tahun 1974.

Adat istiadat merupakan suatu pedoman bagi setiap individu yang hidup sebagai warga masyarakat, di mana adapt istiadat itu berlaku.Perkembangan ilmu sejarah sendiri, khususnya dapat menambah wawasan mengenai keaneragaman sejarah kebudayaan yang berkembang dalam masyarakat Jawa pada umumnya.

File Dokumen : abstrak.pdf
Harus menjadi member dan login terlebih dahulu untuk bisa download.
BAB I.doc
BAB II.doc
BAB III.doc
BAB IV dan V.doc
File Jurnal : -
Status : Public
Pembimbing :
Catatan Umum :
Fakultas : Fak. Sastra dan Seni Rupa